PedomanBengkulu.com, Seluma – Jaminan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat karena ketika jatuh sakit jaminan kesehatan akan menjadi proteksi terhadap kemungkinan terganggunya ekonomi keluarga, pemerintah telah berusaha menjamin Kesehatan kepada warganya dengan Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, melalui regulasi tersebut pemerintah menanggung iuran masyarakat yang tidak mampu serta menanggung persentase iuran dari ASN, TNI, Polri, veteran perang dan termasuk juga kepala desa dan perangkat desa.

Istri Kalwin adalah salah satu Perangkat Desa Tanjung Seluai dari Kabupaten Seluma yang didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS segmen Peserta Penerima Upah (PPU) perangkat desa. Sebelumnya Kalwin dan keluarga sudah pernah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang di bayarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma pada tahun 2015 dan setelah tidak di cover lagi oleh pemerintah daerah beliau mendaftar sekeluarga sebagai peserta PBPU atau lebih dikenal dengan nama peserta mandiri kelas III sebelum akhirnya dipindahkan menjadi peserta PPU segmen perangkat desa, tidak lama berselang terdaftar menjadi peserta PPU segmen perangkat desa istri Kalwin yang bernama Raaina terkena penyakit DBD yang menyebabkan Raaina harus mendapatkan rawat inap di RSUD Tais selama tiga malam dan langsung bisa dijamin oleh Program JKN-KIS.

“Awalnya hari minggu pagi istri saya merasa badan panas dan sakit kepala yang hebat, mual dan muntah, lalu Keluarga memutuskan langsung menbawa ke RSUD Tais. Setelah dilakukan tindakan dan perawatan di RSUD Tais, hasil diagnosa dokter mengarah ke demam berdarah. Kami puas karena kalau dulu pada saat menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran dan mandiri, kita mendapat kelas III, namun sekarang dapat hak kelas II jadi ketika istri sekarang sakit, istri pun bisa menikmati hak perawatan kelas II. Sesuai hak kelas rawat saya sebagai Sekdes yang fasilitas kamar  berisi pasien hanya 4 orang saja. Jadi bisa jauh lebih tenang suasananya,” ujar Kalwin, Kamis (20/2).

Kalwin pun menjelaskan selama di lakukan perawatan di RSUD Tais dengan menggunakan kartu JKN-KIS tidak ada di minta iuran tambahan. Ia mengajak kepada teman-teman perangkat desa lainnya untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS segmen PPU perangkat desa. “Saya mendaftarkan diri dalam program PPU perangkat desa di bulan Januari 2020 dan melakukan pembayaran iuran PPU perangkat desa di bulan Februari 2020, istri saya di rawat tanggal 16 Februari 2020 dan istri sudah dapat mengakses pelayanan dengan hak kelas II, mudah-mudahan desa lain dapat segera mendaftarkan kepala desa dan perangkat desa beserta keluarganya,” ungkap Kalwin.[Rls]