PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bukan hanya di masjid saja yang mulai tersedia minuman seperti kopi dan teh, kini di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu juga tersedia kopi dan teh gratis untuk seluruh tamu yang datang dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mempunyai keperluan atau urusan di BKPP.

Plt Kepala BKPP Kota Bengkulu Ali Martono didampingi Sekretaris Muklis mengatakan, tamu atau pengunjung yang datang bisa membuat sendiri kopi atau teh yang disediakan di ruang tunggu. Sambil menunggu dengan santai, tamu bisa menikmati minuman sambil membaca koran terupdate. Pegawai yang bertugas di meja piket ruang tunggu akan melemparkan senyum yang ramah dan siap membantu setiap ASN.

“Ini salah satu bentuk kami dalam menterjemahkan keinginan walikota dan wawali bagaimana kita bisa melayani seluruh tamu dan ASN yang datang ke sini. Makanya kita siapkan kopi dan teh yang bisa dinikmati di ruang tunggu,” ujarnya.

Di ruang tunggu itu, sambungnya, juga disediakan kipas angin khusus untuk setiap ASN yang datang yang sedang menunggu. Di dinding sebelah pintu masuk, di sana disediakan kotak kepuasan layanan. Setiap orang yang datang bisa memberikan penilaian dari pelayanan di BKPP

“Kalau merasa pelayanan bagus masukkan ke kotak warna hijau, kalau kurang bagus ke kotak warna kuning, kalau sama sekali tidak bagus ke kotak warna merah,” jelas Ali.

Salah satu tamu yang datang ke BKPP dari kantor lurah Semarang, Marlini Astuti mengaku senang dan nyaman satang ke BKPP Kota Bengkulu. Ia langsung membuat kopi.

“Enak kalau ada kopi dan teh di sini. Walaupun menunggu tapi tidak begitu terasa,” ujarnya yang langsung menyeruput kopi panas itu.

Selain mengoptimalkan pelayanan, BKPP juga mendukung program walikota tentang kota hadits yang sudah dicanangkan. Dimana walikota ingin seluruh pegawai baik ASN maupun PTT hafal minimal 40 hadis.

Sebagai implementasi dari kota hadits itu, kini sudah terpajang hafalan 40 hadits di dinding sebelah kanan dari pintu masuk. Di bawah hafalan hadits itu terdapat finger print sehingga setiap ASN di BKPP hendak absen sekurang-kurangnya membaca salah satu hadits yang tertulis di sana.

“Sengaja dipajang hadits di atas finger print. Jadi setiap pegawai mau absen, mereka baca hadits dulu. Kalau dibaca setiap hari lama-lama kan hafal juga,” ujar Sekretaris BKPP Muklis. [Sopir/Rilis]