Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Puan Maharani diapit oleh Walikota Helmi Hasan dan Gubernur Rohidin Mersyah saat peresmian monumen Fatmawati di Simpang Lima Ratu Samban, Rabu (5/2/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Monumen Patung Ibu Hj Fatmawati akhirnya diresmikan oleh Presiden H Joko Widodo. Peresmian monumen ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ibu Hj Fatmawati.

Peresmian ini dilakukan Presiden Joko Widodo di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

Setelah diresmikan, presiden menitipkan monumen pahlawan nasional ini kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk dijaga.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap perjuangan Fatmawati ini patut dicontoh oleh seluruh masyarakat.

Selain itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa kedatangannya ini merupakan rasa rindunya terhadap masyarakat Bengkulu.

“Sudah lama saya tidak kesini, keberadaan saya disini tentunya karena rindu dengan Bengkulu, tentunya masyarakat Bengkulu juga rindu kan,” seru Presiden Jokowi terhadap masyarakat Bengkulu yang memadati Simpang Lima Ratu Samban saat peresmian.

Selain itu, Presiden menjelaskan bahwa, Ibu Agung Fatmawati bukan hanya ibu masyarakat Bengkulu, tetapi ibu seluruh rakyat Indonesia.

“Ibu Agung Fatmawati ini bukan sekedar ibunya masyarakat Bengkulu, tetapi juga ibu seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Presiden.

Sementara mahasiswa Bengkulu yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bengkulu Berdaulat melakukan unjuk rasa di Jalan Iskandar Kelurahan Tengah Padang, Rabu (5/2/2020) pagi.

Sejumlah massa aksi sempat diamankan.

Dalam aksi ini mahasiswa membawa 10 tuntutan kepada Presiden Joko Widodo. [Mario]

Berikut 10 Tuntutan Gerakan Mahasiswa Bengkulu Berdaulat:

  1. Perpu terhadap UU nomor 19 tahun 2019 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi.
  2. Mendesak Presiden joko widodo untuk menuntaskan permasalah korupsi.
  3. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk membantalkan kenaikan iuran BPJS guna menjalankan amanat konstitusi pasal 28 H ayat 1 UUD negara Republik Indonesia tahun 1945.
  4. Mendesak Presiden Joko Widodo selaku pemegang kekuasan pemerintahan untuk menutup PLTU batu bara Teluk Sepang.
  5. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memangkas hutang luar negeri dan membuka akses terkait kerterbukaan informasi hutang luar negeri Indonesia.
  6. Mendesak pemerintah segera menuntaskan kasus HAM dan menjamin kebebasan berpendapat setiap warga negara di muka umum.
  7. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memastikan anggaran pendidikan terealisasikan di tiap daerah dan meminta Jokowi untuk turut andil dalam perbaikan yang merata di provinsi Bengkulu.
  8. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memastikan karhutla tidak terjadi kembali, tindak tegas oknum pembakar hutan baik pribadi maupun korporasi.
  9. Mendesak Presiden Joko Widodo mengentaskan masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di Indonesia, terkhusus di Bengkulu.
  10. Mendesak Presiden Joko Widodo mengoptimalkan tim audit untuk menuntaskan BUMN bermasalah (RAS)