PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Bustasar dipanggil dan diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Kamis (20/2/2020).

Diduga pemeriksaan terhadap Kakanwil Kemenag Provinsi tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait adanya indikasi dugaan korupsi pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXIV Tahun 2019 di Kabupaten Mukomuko. Tim penyidik sebelumnya telah dua kali melayangkan surat panggilan namun Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu diduga mangkir dari panggilan penyidik dan baru hari ini bisa memenuhi panggilan penyidik.

Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Bustasar usai menjalani pemeriksaan saat diwawancarai mengatakan kedatangannya ke Kejati Bengkulu memenuhi panggilan penyidik memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Pertanyaan yang ditanyakan oleh penyidik seputaran pelaksanaan MTQ tersebut.

“Oh ya karena ada panggilan saya datang, memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang sudah saya lakukan agar prosesnya bisa berjalan dengan baik,” kata Bustasar.

Saat ditanya posisi Kakanwil Kemenag dalam pelaksanaan MTQ apakah ada pendampingan atau sekedar diluar kepanitiaan?

“Kayaknya seperti itu bagus ditanyakan kepada ketua, pelaksana,” jawab Bustasar.

Terkait peran Kakanwil Kemenag dalam pelaksanaan MTQ Bustasar menjelaskan, Kakanwil itu hanya melaksanakan bagaimana agar MTQ berjalan dengan baik, sukses dan menghasilkan Qori-qori’ah terbaik untuk Provinsi Bengkulu.

“Kakanwil itu bagaimana MTQ berjalan dengan baik, lancar, sukses dan menghasilkan Qori-qori’ah terbaik untuk Provinsi Bengkulu,” jelas Bustasar.

Kemudian, ketika ditanya apakah dalam pelaksanaan MTQ ada support dana dari Kakanwil Bustasar mengatakan dirinya tidak bisa menjelaskan itu.

“Nah itu nanti tanya dengan ketua, saya kan wakil tidak bisa, saya kan hanya pelaksana, teknis,” ucap Bustasar.

Bustasar mengungkapkan dalam hal ini dirinya mendukung upaya Kejati Bengkulu. Terutama demi kelancaran pelaksanaan MTQ.

“Kita mendukung bagaimana kelancaran seluruh aspek MTQ lancar, semua pertanggungjawaban kita lancar,” ungkap Bustasar.

Bustasar juga menegaskan pihaknya bersedia hadir jika Kejati Bengkulu kembali melakukan pemanggilan.

Diketahui, dalam penyelidikan kasus tersebut, sebelumnya tiga orang pejabat juga telah diperiksa penyidik yaitu Mujianto selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Provinsi Bengkulu dan Gazali S.Sos selaku Kepala Bagian Kerukunan Umat Beragama, Sosial, Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi dan Karo Kesra Setda Provinsi Bengkulu, Edi Hartawan.

Pemeriksaan dilakukan terkait adanya indikasi dugaan korupsi pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXIV Tahun 2019 di Kabupaten Mukomuko. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Oktober hingga 12 Oktober 2019 itu menggunakan dana sekitar 11 miliar lebih dengan rincian 10 miliar rupiah dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mukomuko dan 1,1 miliar dari dana APBD Provinsi Bengkulu tahun 2019.
[Anto]