PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu terus mendalami kasus dugaan korupsi belanja fiktif Satpol PP Kota Bengkulu yang kini dalam penyidikan.

Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH.MH melalui Kasi Pidsus Oktalian Darmawan, SH.MH saat diwawancarai, Rabu (26/2/2020) mengatakan, setelah melakukan penggeledahan di Kantor Satpol PP Kota Bengkulu, tim penyidik hingga kini masih menelaah dokumen yang berhasil disita. Selain itu, tim penyidik juga telah memeriksa Mitrul Ajemi mantan Kasat Pol PP Kota Bengkulu.

“Untuk berkas-berkas masih kita pelajari, kita pilah-pilah yang berkaitan dengan indikasi tindak pidana korupsinya, yang jelas tim masih mendalami ini,” kata Oktalian Darmawan.

Oktalian Darmawan menjelaskan, untuk pertanyaan yang disampaikan kepada Mitrul Ajemi dalam pemeriksaan sebagai saksi standar. Intinya penyidik menanyakan seputaran selama yang bersangkutan menjabat sebagai Kasat Pol PP Kota Bengkulu sampai dengan adanya laporan dugaan belanja fiktif tersebut termasuk yang berhubungan dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Oktalian Darmawan mengungkapkan dalam kasus ini diprediksi tersangkanya lebih dari satu orang.

“Kalau kita melihat ya, tapi kita lihat perkembangan, tapi kalau memang inikah pasti ada pihak-pihak juga, mungkin lebih dari satu orang. Kalau hasil telaah dari tim nanti masih ada diperlukan pemanggilan saksi kita akan panggil lagi tidak menutup kemungkinan Mantan Kasat Pol PP Kota Bengkulu,” jelas Oktalian Darmawan. [Anto]