Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Meski tergolong baru berdiri di Rejang Lebong, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) telah menunjukkan kualitasnya. AKREL yang berdiri empat tahun yang lalu telah meluluskan 490 tenaga siap kerja, dari keseluruhan lulusan AKTEL ini 80 persen langsung meperoleh pekerjaan.

“Alhamdulillah dari total lulusan Akrel yang sudah mencapai 490 orang, sekitar 80 persen sudah bekerja sedangkan sisanya melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi,” sampai Direktur Akrel Ir Abdul Azis MP pada peringatan Dies Natalis Akrel ke-IV Akrel yang dilaksanakan di Kampus Akrel yang ada di Kelurahan Simpang Nangka Rabu (5/2) kemarin.

Diungkapkan Azis, perguruan tinggi yang sebelumnya berada di bawah binaan Politeknik Negeri Lampung tersebut melahirkan lulusan yang mampu bersaing
dalam beberapa bidang pekerjaan, mulai dari dunia usaha, dunia industri, lembaga pemerintahan maupun membuka usaha sendiri berbekal pengetahuan mereka selama menempuh pendidikan di AKREL.

Meskipun kualitas dari lulusan AKREL sudah teruji, namun menurut Azis pihaknya akan terus berusaha untuk peningkatkan pelayanan, meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan maupun merekrut SDM dalam hal ini dosen, instruktur dan staf administrasi untuk melengkapi SDM yang sudah ada saat ini.

“Akrel adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi jenjang D1 dan D2. Salah satu tujuan didirikannya AKREL adalah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi,” tambah Azis.

Selain itu, menurut Azis hadirnya AKREL juga memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya lulusan SLTA untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan biaya terjangkau.

“AKREL saat ini sudah memiliki tiga program studi yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin kuliah, yaitu Program Studi Budidaya Hortikultura, Program Studi Teknologi Produksi Ternak Unggas dan Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar. Tiga program studi yang dihadirkan oleh AKREL tersebut menurutnya disesuaikan dengan kearifan loka di Kabupaten Rejang Lebong. Ketiga program studi tersebut dilengkapi dengan saran dan prasaran untuk menunjang pelaksanaan pendidikan,” sampai Azis.

Menurut Azis, tenaga pendidik yang mengajar di Akrel adalah tenaga pendidik yang terlatih karena sebelumnya sudah dimagangkan selama satu tahun di perguruan tinggi yang kompeten sesuai dengan bidangnya dan kependidikan yang profesional.

Sementara itu, dalam kegiatan Dies Natalis Akrel ke-4 kemarin, menurut Azis beberapa kegiatan mereka laksanakan baik dinternal kampus maupun eksternal kampus. Untuk kegiatan eksternal kampus yaitu menggelar pertandingan futsal Akrel Cup yang diikuti pelajar SMA dari berbagai daerah baik dalam maupun luar Bengkulu.
Sedangkan kegiatan Internal yaitu yaitu kegiatan lomba bola voli dan lomba masak makanan berbasis program studi dan unit yang ada di Akrel. Pada puncak Dies Natalis Akrel kemarin, dintandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas capaian yang dilakukan Akrel selama. [Julkifli Sembiring]