IST/Monumen Ibu Agung Fatmawati

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Semenjak tiba hingga diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Provinsi Bengkulu, Monumen Ibu Agung Fatmawati dikomentari masyarakat.

Pasalnya ketika malam hari tiba, Monumen Fatmawati dinilai tampak menyeramkan dan membuat sebagian masyarakat Bengkulu merasa sedikit takut melihat Monumen Fatmawati itu.

Warga RT 9 Kelurahan Penurunan, Khairullah, ketika melewati Simpang Lima Ratu Samban pada malam hari memberikan komentar tentang keberadaan Monumen Fatmawati itu. Menurutnya, Monumen Fatmawati itu tampak begitu menyeramkan di malam hari.

“Kalau kita lewat di malam hari, patung itu sangat seram kalau dilihat, saya rasa yang takut bukan saya saja,” jelas Irul, sapaan akrabnya.

Lanjutnya, Monumen Fatmawati itu sebaiknya diberikan penerangan yang lebih agar masyarakat tidak merasa takut dan tidak samar-samar ketika dilihat.

Sementara Pematung Monumen Ibu Agung Fatmawati I Nyoman Nuarta memberikan tanggapan di sosial medianya Instagram.

Menurutnya, untuk penambahan lampu di simpang lima itu tidak dimungkinkan lagi. Mengingat posisi peletakan Monumen, jika diberikan tiang lampu tambahan akan menghalangi monumen itu sendiri ketika siang hari.

“Sudah mungkin sulit perlu tiang lampu yang tegak tinggi di sisi patung, sebab disiang hari akan menghalangi patung jika diletakkan disitu, harus dari seberang jalan,” ungkap Pria asal Bali itu.

Sebelumnya terlansir, Monumen Patung Ibu Hj Fatmawati akhirnya diresmikan oleh Presiden H Joko Widodo. Peresmian monumen ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ibu Hj Fatmawati.

Peresmian ini dilakukan Presiden Joko Widodo di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

Setelah diresmikan, presiden menitipkan monumen pahlawan nasional ini kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk dijaga.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap perjuangan Fatmawati ini patut dicontoh oleh seluruh masyarakat.

Selain itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa kedatangannya ini merupakan rasa rindunya terhadap masyarakat Bengkulu.

“Sudah lama saya tidak kesini, keberadaan saya disini tentunya karena rindu dengan Bengkulu, tentunya masyarakat Bengkulu juga rindu kan,” seru Presiden Jokowi terhadap masyarakat Bengkulu yang memadati Simpang Lima Ratu Samban saat peresmian.

Selain itu, Presiden menjelaskan bahwa, Ibu Agung Fatmawati bukan hanya ibu masyarakat Bengkulu, tetapi ibu seluruh rakyat Indonesia.

“Ibu Agung Fatmawati ini bukan sekedar ibunya masyarakat Bengkulu, tetapi juga ibu seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Presiden. [Mario]