Kompres merupakan metode pengaturan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan. Tapi sudah tepatkah pemilihan kompres yang kita lakukan?

Banyak pemahaman di masyarakat bahwa kompres dingin atau bahkan kompres menggunakan air es digunakan pada kondisi demam.

Pada saat demam suhu tubuh meningkat, penggunaan kompres dingin memang akan menurunkan suhu tubuh dengan cepat tetapi akan mengakibatkan suhu tubuh akan semakin panas saat kompres dilepas dan badan semakin menggigil.

Mengapa?

Karena suhu dingin pada kompres diterjemahkan oleh pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) sebagai suasana dingin di luar tubuh sehingga otak memerintahkan untuk meningkatkan suhu tubuh agar terjadi keseimbangan suhu di luar dan di dalam. Itulah mengapa suhu tubuh yang demam akan semakin panas saat selesai diberi kompres dingin.

Sebaiknya pada kondisi demam gunakan kompres hangat. Dengan adanya kompres hangat otakĀ  akan berespon untuk menurunkan suhu di dalam tubuh.

Pada saat demam biasanya tubuh menggigil kedinginan walaupun sebenarnya suhu tubuh tinggi, kompres panas dapat menimbulkan rasa nyaman dan rileks.

Selain digunakan pada demam, kompres panas juga berguna untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa nyeri pada daerah tubuh tertentu misalnya pada nyeri perut saat haid.

Kapan menggunakan kompres dingin?

Kompres dingin dapat digunakan pada bagian tubuh yang memar, mengalami peradangan, dan bengkak.

Kompres dingin mengakibatkan vasokontriksi pada pembuluh darah, dengan kata lain suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran darah, sehingga dapat menghentikan perdarahan setempat.

Selain itu kompres dingin juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri. Contoh yang banyak menggunakan kompres dingin yaitu pada atlet olahraga yang mengalami cidera saat latihan fisik maupun bertanding.

Ira Septia Sari, AM.Kep, Perawat Pelaksana RSUP Dr Rivai Abdullah Palembang