PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara — Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara menangkap HA tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menggandakan uang. Ironisnya, dugaan penipuan tersebut diduga menimpa mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara.

Dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang tersebut bermula saat korban memerlukan dana yang diduga untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai Calon Bupati Kabupaten Bengkulu Utara 2020 mendatang. Korban dengan tersangka yang berhasil diamankan sudah saling kenal. Modusnya yaitu tersangka membujuk dan merayu korban untuk memberikan dana sebesar 250 juta rupiah. Kemudian tersangka berjanji uang 250 juta tersebut dapat digandakan menjadi 120 milyar rupiah oleh tersangka utama yang saat ini sudah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bengkulu Utara.

“Kerugian yang dialami korban kurang lebih sekitar 340 juta. Jumlah tersebut sekaligus biaya operasional yang diminta oleh tersangka dan dana operasional untuk tersangka datang ke Bengkulu. Berdasarkan keterangan korban memang sedang memerlukan dana untuk keperluan sesuai apa yang disampaikan, namun karena korban kenal dengan tersangka yang akhirnya tersangka ini menghubungkan dengan temannya ini yang bisa menggandakan uang,” kata Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Hartanto, Jumat (14/2/2020).

Anton Hartanto menjelaskan, dalam aksinya tersangka melakukukan semacam ritual untuk menggandakan uang yang sudah disetorkan oleh korban dengan cara memasukkan uang tersebut kedalam kotak kayu berukuran besar. Kemudian setelah ritual tersebut dilaksanakan tersangka meminta agar kotak tersebut tidak dibuka sebelum diminta oleh tersangka. Namun lantara diduga korban penasaran korban membuka kotak tersebut sebelum mendapatkan ijin seperti apa yang diperintahkan tersangka.

“Ternyata uang yang didalam kotak itu adalah uang korban yang disyaratkan tersangka,” ungkap Anton Hartanto.

Anton Hartanto mengungkapkan, untuk sementara korban yang melapor baru satu orang, meskipun begitu Satreskrim Polres Bengkulu Utara masih terus mendalami kasus tersebut berkaitan kemungkinan korban lainnya dan tersangka lain dalam kasus tersebut. Tersangka yang berhasil diamankan tersebut berdomisili di Bekasi Jakarta, kemudian setelah polisi melakukan penyelidikan dan Satreskrim Polres Bengkulu Utara berkordinasi dengan Polres Metro Jaya dan akhirnya tersangka berhasil diamankan.

“Kita sudah menetapkan satu orang tersangka sebagai DPO,” ucap Anton Hartanto. [Anto]