Senator Hj Riri Damayanti John Latiefriri damayanti

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sudah hampir satu pekan terakhir kondisi Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara tak ubahnya pulau yang tidak berpenghuni. Pasalnya, terhitung sejak tanggal 28 Januari kondisi listrik di Pulau Enggano mati total.

Matinya listrik di 6 desa tersebut lantaran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang biasa di andalkan masyarakat setempat tidak bisa beroperasi lantaran tidak ada pasokan BBM.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief meminta kepada pihak terkait untuk segera membenahinya, agar masyarakat dapat menikmati listrik kembali.

“Kami berharap pihak terkait segera mencari solusi, bagaimana cara agar BBM bisa masuk ke pulau Enggano, sehingga listrik di desa itu dapat kembali menyala,” harapnya Riri Damayanti kepada media, Selasa (4/2/2020).

Matinya listrik itu disebabkan karena Dermaga Penyeberangan Kahyapu Pulau Enggano rusak yang diketahui sejak Minggu 4 Agustus 2019 lalu yang hingga kini belum diperbaiki.

“Dermaga Kahyapu Enggano ini juga sangat perlu diperbaiki, sebab matinya listrik hingga pasokan BBM dan LPG yang langka itu karena tidak ada kapal yang menyeberang,” ungkap Riri Damayanti.

Akibat hal itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini juga mengatakan, mobilisasi ekonomi masyarakat akan terhambat.

“Aktivitas ekonomi masyarakat akan terganggu, karena listrik mati, pasokan BBM dan LPG sulit. Untuk itu pemerintah segera mencari solusi agar permasalahan ini dapat teratasi dengan segera,” tegas Riri Damayanti.

Sementara, keluhan juga dikeluhkan oleh masyakarakat. Adrianto menyampaikan hampir sepekan terakhir kondisi lampu mati.

Ia berharap kepada pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, kiranya bisa mencari solusi atas permasalahan yang sedang di hadapi masyarakat Enggano.

“Kami beharap pemerintah segera mencari solusinya,” harapnya.

Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia akan menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp7 miliar untuk perbaikan dermaga di Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang rusak sejak beberapa bulan lalu.

Namun, hingga kini anggaran tersebut belumlah turun. Sehingga rencana pembangunan yang recana di tahun 2020, sedikit terhambat. Sedangkan untuk anggaran APBD Provinsi Bengkulu belum mampu melakukan perbaikan. [Muhammad Qolbi]