PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu menargetkan 10 ribu Investor baru dari mahasiswa, untuk mengoptimalkan potensi dan sumber dana daerah.

Dengan target yang telah ditetapkan tersebut harapannya dapat mendorong pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan akses keuangan masyarakat dan UMKM.

Diketahui saat ini investor millenial telah mencapai 60% dari jumlah investor yang ada di pasar modal. Program prioritas pertama yang akan dijalankan yaitu peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal.

Yusri, selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengatakan, untuk mensukseskan program tersebut, OJK akan terus berkoordinasi secara intensif kepada pihak Pemerintah di Provinsi Bengkulu dan Kabupaten/Kota termasuk instansi vertikal lainnya.

“Dengan target mengoktimalkan percepatan keuangan daerah, Kita akan mendeklarasikan kepada 10 ribu mahasiswa untuk bertransaksi di Pasar Modal,” kata Yusri, Rabu (26/2/2020).

Program kerja TPAKD Provinsi Bengkulu akan fokus kepada peningkatan akses keuangan khususnya Pasar Modal kepada mahasiswa di Provinsi Bengkulu dengan target pembukaan rekening saham sejumlah 10 ribu.

“Untuk target kita sendiri di UNIB kurang lebih 4000 rekening saham baru, IAIN Bengkulu 2000 rekening, UMB 1800 rekening, Unihaz 1000 rekening, Unived 800 rekening, dan IAIN Curup itu kurang lebih 500 rekening,” pungkas Yusri.

Selain itu, TPAKD akan mengoptimalisasi potensi sumber dana di daerah guna memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan dan membiayai pembangunan sektor prioritas. [Mario]