PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik Polda Bengkulu melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penipuan atau penggelapan uang ibadah haji  dengan dua orang tersangka yaitu Refdewita dan Zulfa Hilman kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

Kedua tersangka yang merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) tersebut setelah menjalani pelimpahan secara otomatis statusnya resmi naik satu tingkat menjadi terdakwa. Sebelumnya oleh penyidik kedua tersangka tidak ditahan namun pada pelimpahan keduanya ditahan oleh JPU Kejati selama 20 hari untuk memudahkan proses persidangan. Untuk terdakwa Refdewita ditahan di Lapas Perempuan Kandang Limun Kota Bengkulu sedangkan terdakwa Zulfa Hilman ditahan di Rutan Malabero Kota Bengkulu.

JPU Kejati Bengkulu, Andi Hendrajaya mengatakan, berdasarkan berkas perkara kedua terdakwa tersebut menawarkan atau menjajikan kepada korban untuk berangkat haji khusus pada tahun 2017 serta menerima uang dari korban sebesar 400 juta rupiah lebih untuk berangkat dua orang. Disitu tersangka membuat tanda bukti berupa kwitansi dan ditandatangani diatas materai 6000. Namun seiring berjalannya waktu korban hingga sampai saat ini tidak kunjung berangkat seperti yang telah dijanjikan terdakwa sebelumnya dan uang yang sudah diterima dari korban tidak kunjung dikembalikan.

“Kita melihat kerugiannya cukup besar dan disitu tidak ada perdamaian. Kita kenakan pasal 378 KUHP jucto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau pasal 372 KUHP pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Andi.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Puspa Erwan mengatakan, sebelumnya terdakwa ditingkat penyidik memang tidak ditahan dan oleh JPU ditahan.

“Inilah hukum, kemaren memang tidak ditahan di Polda dan disini ditahan. Kita lihat konsekwensinya inilah hukum. Untuk desakan lainnya kita lagi persiapan kasus perdatanya dalam hal ini persidangan,” kata Puspa. [Anto]