Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Badan Usaha milik Daerah (BUMD) Rena Sekalawi milik Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa tahun terakhir ini ‘Mati Suri’ meski sudah berulang-ulang dilakukan penambahan modal namun selalu rugi dalam pengelolaanya. Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, R.A Denni mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengkajian apakah Rena Sekalawi akan dibekukan atau dipailitkan.

“Beberapa tahun terakhir ini memang Rena Sklawi ini tidak ada aktivitas, kita sedang mengkaji apakah untuk sementara kita bekukan atau dipailitkan. Dulu sempat saya sarankan diserahkan ke pengadilan nanti diputuskan dipailitkan atau bagaimana, karena kan saat ini masih bermasalah di tingkat hukum,” kata Denni, Selasa (18/2).

Ditambahkan Denni, sebelumnya Pemkab Rejang Lebong telah berupaya untuk menghidupkan kembali Rena Sekalawi, namun karena ada permasalahan hukum upaya tersebut tidak dapat dilanjutkan.

“Kalau diaktifkan lagi untuk sekarang tidak bisa karena ternyata ada permasalahan hukum terkait penyertaan modal yang sudah dilakukan di tahun tahun sebelumnya. Jadi jalan keluarkan kita pailitkan atau kita bekukan atau diaktifkan dengan nama lain,” kata Denni.

Menurutnya, jika di kala itu Rena Sekalawi dikelola dengan baik tidak menutup kemungkinan saat ini keberadaannya sudah cukup besar, mengingat banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan serta mendapat kucuran penyertaan modal dari pemerintah daerah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Potensi yang dimiliki Rejang Lebong terutama untuk pertanian cukup besar dan jika dikelola oleh BUMD dengan baik sangat memunkinkan dapat menghasilkan PAD, Selama ini kita sudah berupaya agar BUMD ini bisa berjalan namun kemungkinan karena permasalahnnya SDM dan anggaran yang ada tidak mencukupi maka perkembangan BUMD ini tidak berjalan dengan baik,” kata Denni. [Julkifli Sembiring]