Pedomanbengkulu.com, Seluma – Jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Seluma mengalami penurunan pada periode kedua, dibandingkan periode pertama tahun 2020. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Seluma mencatat, pada periode pertama jumlah penerima bantuan PKH 8.981 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan pada periode kedua menurun menjadi 8.877 KPM.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan Sosial dan Rehabilitasi Dinsos Kabupaten Seluma, Aziman mengatakan, ada beberapa penyebab menurunnya jumlah penerima bantuan PKH, termasuk salah satunya pemasangan stiker tanda keluarga penerima PKH.

“Jadi ada beberapa (penyebab), karena kan graduasi istilahnya, ada istilah pengunduran diri atas kesadaran sendiri. Karena Alhamdulillah sebagian dari KPM itu, sudah secara ekonomi sudah meningkat kesejahteraanya, sehingga tidak mau lagi menerima bantuan fakir miskin” jelas Aziman (21/2/2020).

Tak hanya itu, ada komponen yang merupakan persyaratan penerima bantuan, yang sudah tidak dimililiki lagi oleh KPM atau penerima bantuan, sehingga bantuan PKH tidak dapat diberikan lagi.

“Kemudian ada pula graduasi itu karena komponennya itu sudah tidak ada lagi, komponennya itu mulai dari ibu hamil, ibu menyusui atau balita, kemudian anak usia sekolah SD SMP SMA, (penyandang) disabilitas dan lansia” paparnya.

Dalam satu tahun, setiap penerima PKH mendapat besaran bantuan yang berbeda, sesuai komponennya. Satu keluarga hanya bisa menerima satu besaran bantuan sesuai komponen yang ada dalam keluarga, dengan nilai terbesar.

Besaran bantuan PKH sesuai komponen adalah Ibu hamil Rp 3 juta, anak usia dini Rp. 3 juta, pelajar SD Rp 900 ribu, pelajar SMP Rp 1,5 juta, pelajar SMA Rp 2 juta, penyandang disabilitas berat Rp 2,4 juta, lansia (usia minimal 70 tahun) Rp 2,4 juta.[IT2006]