Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Utara – Kasus penipuan kembali terjadi dengan modus yang berbeda dan terbilang baru. Kasus kali ini menimpa EK (41) pria asal Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara yang menjadi korban penipuan oleh kekasihnya sendiri OW (22) yang sudah diseriusinya hingga mengarah ke perkawinan tetapi ternyata hanya modus penipuan.

Sang kekasih, OW (22) merupakan warga di Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur yang sebagai pekerja swasta ternyata sudah bersuami.

Dari data yang dihimpun pedomanbengkulu.com, kronologi kejadian jalinan asmara antara EK (41) dengan OW (22) lebih kurang hampir berjalan sejak setahun lalu. Keduanya diketahui saling kenal lewat dunia maya Facebook.

Mereka saling berkenalan di bulan Juni 2019 lalu. Perkenalan di dunia maya itu pun membawa keduanya dalam percakapan yang serius. Seriusnya mereka berdua akhirnya bertemu di dunia nyata dan sempat bertemu setidaknya 4 kali.

Pelaku yang sudah bersuami tersebut mengaku masih single atau belum bersuami kepada korban yang membuat korban melanjutkan hubungan yang semakin serius. Dan melakukan pertunangan di antara keduanya.

Membuat korban makin percaya, rencana pernikahan pun dituangkan surat perjanjian. Janji palsu itu, disepakati keduanya untuk menikah di akhir tahun 2019.

Berbekal pertunangan dan janji nikah, beberapa permintaan pelaku itu terus dipenuhi korban. Dalam keterangan EH, permintaan-permintaan itu ditaksir sudah menyentuh angka Rp30 juta.

Korban mulai mencurigai pelaku ketika membahas tentang pernikahan dan pelaku mulai menjauhi korban. Di tengah ketidakjelasan janji pernikahan itu, kedok pelaku akhirnya terbongkar. Sang pacar yang akan dinikahinya ternyata sudah memiliki suami. Tak terima fakta pedih itu, korban pun memilih lapor polisi pada 21 Februari 2020. Pelaku berhasil ditangkap polisi pada Jum’at (28/2/2020).

Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP J.A Nainggolan, SIK, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut dan pelaku sudah diamankan dengan barang bukti berupa buku tabungan dan kartu ATM.

“Pelaku sudah kita amankan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim. [Sugeng]