Pedomanbengkulu.com, Seluma – Pemerintah Kabupaten Seluma kembali menanggapi usulan penutupan, terhadap gerai salah satu minimarket waralaba yang telah beroperasi di Kabupaten Seluma. Sebelumnya DPRD Kabupaten Seluma sudah meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPTSP) kabupaten Seluma, untuk mencabut izin seluruh gerai franchise minimarket tersebut.

Sekretaris Daerah kabupaten Seluma, Irihadi mengatakan, penutupan terhadap gerai minimarket tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia mengatakan, harus ada pembuktian terlebih dahulu terhadap pelanggaran yang dilakukan manajemen minimarket.

“Kita akan dudukkan permasalahannya, apakah itu pelanggaran hukum yang serius? tempat (gerai) itukan menyewa, berartikan bukan mereka yang izin (IMB), tetapi yang pemilik gedung (ruko). Penutupan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, boleh kita ini (tutup) kalau betul pelanggaran yang serius, tetapi kalau tidak, tidak bisa seenak kita” jelas Irihadi, Senin (24/2/2020).

Permintaan penutupan gerai minimarket tersebut, sebelumnya disampaikan Wakil Ketua II DPRD Seluma, Sugeng Zonrio, pada (20/12/2019) lalu, setelah sempat melakukan sidak dan mengundang manajemen hearing.

“Ya tutup, jadi kita kerahkan Satpol PP sampai mereka menemui kita, kenapa tidak mau diundang DPRD, tidak mau kita akan mempertanyakan perizinan gimana sumbangsinya kepada daerah gimana csr-nya” jelas Sugeng (20/12/2019).

Sementara itu Kepala DPMPPTSP Seluma, Mahwan Jayadi menyatakan, gerai minimarket sudah memiliki izin usaha, tetapi tidak memilki IMB, karena bangunan yang ditempati merupakan sewaan.

“Mereka punya izin usaha, tetapi kalau IMB tidak, karena bangunanya menyewa. Kalau gedung yang digunakan punya sendiri, baru perlu IMB” jelas Mahwan (3/2/2020). [IT2006]