Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau COVID-19 berkembang pesat. Jumlah kematian akibat virus ini kian bertambah. Rabu, 12 Februari pukul 08.20 WIB, data yang dihimpun Johns Hopkins University Center for Systems Science and Engineering (JHU CCSE) menyebutkan 44.911 kasus terjangkit Virus Corona, 1.114 orang di antaranya meninggal dunia, dan 4.699 lainnya dinyatakan pulih.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, ganasnya virus ini telah menyebabkan turunnya jumlah ekspor dan impor Indonesia. Untuk itu dia berharap masalah ini tidak berimbas terhadap kesejahteraan rakyat.

“Negara-negara yang berkaitan dengan Tiongkok sudah merilis penurunan ekspor impor mereka. Brazil, Korea dan lain-lain. Saya belum dapat laporannya untuk Indonesia. Yang pasti saya berharap tidak berdampak terhadap kesejahteraan rakyat yang bergantung usahanya dari kegiatan ekspor dan impor,” kata Riri Damayanti kepada media, Rabu (12/2/2020).

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini memberikan apresiasi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah berupaya mencari substitusi bahan pertanian yang selama ini diimpor dari Tiongkok untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat wabah virus corona.

“Impor di Indonesia sebagian besar dari Tiongkok. Sehingga substitusi mendesak dilakukan agar pasar Indonesia tidak terlalu terpukul. Semoga kebijakan ini bisa segera diambil,” harap Riri Damayanti.

Namun Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan wabah virus corona ini dan jeli dalam menyaring informasi.

“Jangan sampai situasi bertambah runyam dengan informasi hoaks yang sengaja disebar oleh oknum-oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dari musibah ini. Tetap cermati dan teliti dulu sebelum menyebarkan informasi terkait wabah corona,” ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menekankan pentingnya semua pihak terkait untuk membuat suatu rencana strategis untuk mengantisipasi semakin memburuknya neraca perdagangan Indonesia.

“Saya yakin pemerintah sudah melakukan upaya-upaya yang maksimal dalam menyikapi kasus ini, dan semoga langkah-langkah antisipasi pun sudah disiapkan. Jadi kalau ada kemungkinan terburuk akibat wabah ini, kita bisa menekan kerugian yang akan ditanggung,” demikian Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]