PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu menerapkan proses sidang Acara Pemeriksaan Singkat (APS) di Pengadilan Negeri Bengkulu baru-baru ini. Sidang APS tersebut dilakukan terhadap perkara yang lebih mempermudah dalam proses pembuktiannya serta sederhana. Proses Sidang APS tersebut diketahui baru pertama kalinya atau perdana di Bengkulu.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan, saat diwawancarai, Jumat (21/2/2020) mengatakan, sidang APS tersebut sesuai dengan arahan dan petunjuk pimpinan dan JPU Kejari Bengkulu telah berhasil melakukannya yaitu terhadap 4 orang terdakwa kasus penyalahgunaan gunakan narkotika jenis tembakau gorila yang mana berdasarkan hasil sidang 4 terdakwa di hukum menjalani rehabilitasi di RSJKO Soeprapto Provinsi Bengkulu. Selain itu, sistem sidang APS tersebut tidak luput dari peran dan sinergitas Pengadilan, Penyidik dan Jaksa.

“Terkait dengan Sidang APS ini selain petunjuk pimpinan untuk mendorong penyelesaian dan penanganan perkara secara cepat juga untuk peningkatan pelayanan publik terutama bagi para pencari keadilan,” kata Emilwan Ridwan.

Emilwan Ridwan menjelaskan, Sidang APS di khususkan kepada kasus yang lebih mudah pembuktiannya dan bersifat sederhana mengingat proses sidangnya selesai dilakukan dalam satu hari. Jadi dalam prosesnya, JPU membacakan dakwaan, kemudian pemeriksaan saksi, pemeriksaan terdakwa, tuntutan dan langsung putusan tau vonis.

“Itulah perbedaan proses sidang APS, ini merupakan hal baru dan saya tentunya berterimakasih dengan Pengadilan Negeri Bengkulu yang bisa bersama-sama menyelesaikan perkara dalam satu hari. Tentunya ini sangat membantu masyarakat. Saya juga ucapkan terimakasih juga pada rekan-rekan penyidik yang telah menghadirkan saksi sehingga prose sidang APS berjalan dengan lancar,” jelas Emilwan.

Emilwan Ridwan menambahkan, ke depan pihaknya akan mendorong sidang Acara Pemeriksaan Singkat tersebut juga dapat dilakukan diperkara lain dengan catatan pembuktiannya mudah dan sederhana. [Anto]