Pedomanbengkulu.com Rejang Lebong – Penanganan laporan Perundungan yang dilaporkan seorang Aparatur Sipil Negara Dinas Pariwisata Rejang Lebong Anita Melina Febriyanti ke Polres Rejang Lebong terus berlanjut. Diungkapkan Kapolres AKBP Dheny Budhiono melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi.

“Iya, setelah menerima laporan dari Saksi korban ( Anita Melina Febriyanti-Red), kita sudah memanggil 5 orang saksi untuk dimintai keterangan. Terlapor sendiri dalam waktu dekat akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” kata Kasat.

Ditambahkan Kasat, pihaknya selain menggali keterangan dari saksi saki, juga terus mengumpulkan barang bukti terkait laporan perundungan tersebut.

“Penanganan kasus ini terus kita lakukan, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ada titik terang siapa pelaku bulliying tersebut,” kata Kasat.

Sebelumnya Anita Melina Febriyanti melaporkan salah seorang Admin Grup Wathshapp (WA) Curup Master Of Ceremony Management (CMC Managemen) ke Polres Rejang Lebong karena dinilai telah melakukan Perundungan (Bully) terhadap dirinya. Laporan tersebut dibuat pada hari Rabu (26/2) di SPKT Polres Rejang Lebong.

“Saya melaporkan salah seorang admin Grup WA (CMC Management) karena telah melakukan perundungan atau bully. Tindakan yang dilakukan salah seorang admin grup WA tersebut telah menyerang martabat saya,” kata Anita.

Dikatakan Anita, Ia tidak mengenal secara pribadi Admin Grup WA CMC Management tersebut. Dia menjelaskan, dalam grup WA Master Of Ceremony (MC) tersebut, salah satu admin grup melakukan perundungan baik secara personal dan profesinya, dimana selain sebagai ASN dirinya juga sebagai MC yang kerap mengisi acara kedinasan.

Di grup itu dirinya dirundung dengan perkataan yang melecehkan, seperti disebut bandit, gundik kemudian disebut memakan uang haram dan perkataan yang melecehkan lainnya.

“Tulisan dan perkataan yang ada di dalam grup WA tersebut telah merendahkan martabat saya. Saya sendiri tidak masuk di dalam Group WA tersebut, saya baru tahu dari teman pada tanggal 20 Februari. Awalnya saya membuat status di Facebook terkait tugas saya di Dinas Pariwisata Rejang Lebong mempromosikan Pasar Kuliner di Lapangan Setia Negara mungkin ada hal yang mereka tidak berkenan akhirnya me-bully secara personal,” kata Anita.

Ditambahkan Anita, ia melaporkan tindakan Admin Grup WA tersebut ke Polres, dengan harapan kasus itu dapat diproses secara hukum.

“Saya ingin kasus ini menjadi pelajaran bagi setiap orang agar berhati-hati dalam menyampaikan perkataan, apalagi menyerang martabat, membuat fitnah seperti yang saya alami, menyerang martabat saya sebagai ASN dan istri prajurit, setelah saya lapor ini saya berharap tidak ada lagi aksi Bullying,” tegas Anita. [Julkifli Sembiring]