Pedomanbengkulu, Bengkulu Utara– Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Kharisma Ratu Samban 95,6FM Diskominfo Kabupaten Bengkulu Utara terus meningkatkan skill dan kapasitas penyiaran dengan belajar langsung ke LPP RRI Bengkulu, Kamis (13/2/2020).

Dalam studi banding tersebut personil Radio Kharisma mendapatkan banyak ilmu diantaranya, tentang berita, menganalisis isu, hingga melihat langsung dapur rekaman RRI Bengkulu.

Kepala Bidang Pemberitaan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Bengkulu mengatakan berita di radio harus singkat padat dan jelas.

“Berita radio sebaiknya tidak terlalu panjang. Inti pesan yang disampaikan jelas padat dan berisi agar pendengar dapat menyerap informasi secara jelas” ungkapnya.

Penyiar harus dapat menganalisa isu secara tepat dan mementingkan hidup hajat orang banyak.

‘’Juga harus bisa menganalisa isu secara tepat. Apa yang harus ditonjolkan dalam sebuah isu dan apa yang harus dikesampingkan. Tetapi yang jelas untuk kepentingan hidup hajat orang banyak harus didahulukan,’’ ungkapnya.

Dalam studi banding ini tidak hanya belajar mengenai teori saja tetapi juga berkesempatan melihat langsung dapur rekaman RRI Bengkulu.

Pihak RRI Bengkulu mengajak Tim penyiar LPPL Radio Kharisma berkolaborasi untuk siaran bersama di programa-programa baik di PRO 1 dengan tag line Kanal inspirasi, Pro 2 Suara kreatifitas anak muda, pro 3 Jaringan berita nasional dan dan Pro 4 mengangkat ensiklopedi budaya ke Indonesiaan.

Dikatakan Kabid Pemberitaan siaran pro 4 mengangkat tema ensiklopedia budaya tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana promosi konsep destinasi wisata maupun kuliner baru di Provinsi Bengkulu.

Kabid Pengelolan Informasi sekaligus Direktur Program LPPL Radio Khasrisma Ratu Samban DisKominfo Bari Oktari, menyebut banyak hal yang dipelajari dari kunjungan tersebut. Ilmu yang didapat tentu semakin meningkatkan kualitas penyiaran di LPPL Radio Kharisma.

‘’Pelatihan tentu akan semakin mendewasakan LPPL Radio Kharisma 95,6 fm kedepannya,’’ pungkasnya. [Sugeng/Rilis]