PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus memberikan keterangan terkait diduganya salah satu pasien yang terjangkit virus Corona, yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kota Bengkulu.

Dalam keterangan tersebut pihak rumah sakit menjelaskan bahwa terduga pasien adalah warga Xian, Tiongkok China yang baru saja kembali dari negara asalnya. Pasalnya, kepulangan terduga pasien merupakan perayaan hari libur Imlek. Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa pasien ini merupakan pasien kedua yang diduga suspect Corona.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD M Yunus Ismir Fahri saat konferensi pers menceritakan kronologis pasien yang diduga terinfeksi Virus Corona ini.

“Ada satu pasien laki-laki yang sekarang dirujuk dari Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kota Bengkulu. Sebelumnya pasien ini masuk ke RSMY Bengkulu pada Rabu (12/2/2020) petang. Karena yang bersangkutan ini baru pulang libur Imlek ke negara asalnya Cina,” ungkap Ismir.

Pasien WNA ini sebetulnya sudah sempat diisolasi di klinik perusahaan tempat ia bekerja selama 14 Hari, sejak kepulangannya dari China, pada Rabu sore (12/2), pada saat itu Ia mengeluhkan kondisinya yang sedang merasakan demam tinggi dan nyeri tenggorokan dengan memeriksakan diri di klinik. Setelah itu barulah pasien dirujuk ke rumah sakit M Yunus.

“Pasien ini tiba di Bengkulu, lalu mengeluh sakit. Setelah itu Ia dirawat di klinik perusahaan, tempat dia bekerja saat ini. Pada masa perawatan di klinik tersebut, pasien sendiri dipisahkan dari rekanan tempat tinggalnya sekarang. Lama dia dirawat di klinik itu sudah 16 hari, saat itu pasien tidak mengeluhkan tanda-tanda sakit lagi,” sambung Ismir.

Namun, ketika pasien mulai bekerja, barulah pasien ini merasakan demam, sakit tenggorokan. Sebab keluhan itu barulah pasien memberanikan diri untuk memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit M Yunus. Secara spontan tim kesehatan langsung mengambil tindakan secara SOP.

Setelah dilakukan pemeriksaaan sementara, dokter Apif Rahman spesialis THT yang menangani pasien tersebut, menjelaskan bahwa keadaan pasien sudah mulai membaik.

“Suhu tubuh pasien membaik. Ini ditandai dengan menurunnya suhu tubuh dari 38 derajat celcius menjadi 36 derajat celcius. Sejauh ini dari pemeriksaan sementara belum ada tanda-tanda pasien mengalami infeksi saluran pernafasan bawah. Kendati demikian, pasien tetap dilakukan observasi terlebih dahulu sampai dari hasil pemeriksaan lanjutan dipastikan apakah negatif atau mengarah ke suspect,” singkatnya. [Mario]