Wakil Direktur Rumah Sakit M. Yunus ( RSMY), dr. Ismir Fahri.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kabar baik untuk Pasien penderita batu ginjal, saat ini pihak Rumah Sakit M Yunus telah memiliki metode pengangkatan batu ginjal dengan tidak melalui tindakan pembedahan, melainkan dengan cara menembakkan gelombang kejut tepat pada sasaran batu.

Wakil Direktur Rumah Sakit M. Yunus ( RSMY), dr. Ismir Fahri mengatakan, metode terbaru memusnahkan batu ginjal ini bernama Extra Corpored Shock Wave Lithotripsi (ESWL). ESWL merupakan salah satu bentuk terapi penghancur batu ginjal yang terbilang efektif dan invasif minimal. Karena tanpa harus operasi, batu ginjal dapat dihancurkan dengan gelombang kejut (shock wave) berupa gelombang suara yang dihasilkan oleh alat tersebut.

“Terapi ESWL sudah tersedia di sejumlah rumah sakit besar di Indonesia, Dalam prosesnya, pasien terapi ESWL tidak perlu dibius, hanya cukup diberi obat penangkal nyeri. Posisi pasien sendiri bisa telentang atau telungkup sesuai posisi batu ginjal. Sementara dari ruangan yang terpisah, sang operator yang tak lain adalah dokter urologi mengoperasikan alat tersebut,” sampai Ismir, Kamis (13/2).

Meski tampaknya sederhana, pasien terapi ESWL tetap harus melalui tahap kualifikasi hingga pasien dinyatakan siap menjalani ESWL. Kemudian Ia menekankan, ESWL hanya mampu menghancurkan batu ginjal berukuran 0,5 cm ke bawah. Selain itu, harus di pastikan pula kondisi pasien

“Begitu diketahui lokasi batu ginjal, dokter akan mengoperasikan ESWL yang berada di luar ruangan terapi. Secara sistematis alat ini akan bergerak menyasar sesuai dengan posisi batu. Setelah terapi, pasien tidak perlu rawat inap dan bisa langsung pulang,” jelasnya.

Kondisi saluran di bawah batu ginjal harus lancar agar pada saat batu tersebut hancur, dapat langsung larut dan keluar bersama urine.

Pada umumnya, ESWL digunakan bila batu diperkirakan dapat dipecah dalam 1-2 kali sesi penembakan. Menurutnya, efek mikrojet yang ditimbulkan pasca terapi ESWL tidak menimbulkan resiko atau komplikasi yang parah.

“Pasien tidak perlu takut dengan dampak yang terjadi pasca terapi. Tidak akan menimbulkan tepis iris maupun keloid, adapun efeknya akan pulih dalam beberapa minggu, ” ungkapnya.

Seperti halnya orang bijak yang mengatakan, lebih baik mencegah ketimbang mengobati. Ismir Fahri berpesan, agar masyarakat senantiasa menjaga pola hidup ke arah yang lebih sehat. Jangan lupa berolah raga, perbanyak aktivitas gerak walaupun di kantor seharian, dan perbanyak minum air putih.

“Olahraga yang sederhana memang tampak sederhana, namun mempunyai manfaat yang sangat berarti,” pungkas Ismir. [Mario]