IST/Presiden Joko Widodo bersama para pejabat tinggi Bengkulu saat menyanyikan lagu Indonesia raya sebelum diresmikannya Monumen Ibu Agung Fatmawati di Simpang Lima Ratu Samban, Rabu (5/2/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief tak bisa menutupi kegembiraannya atas kehadiran Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo ke Bengkulu yang meresmikan Monumen Fatmawati di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, mantan Gubernur DKI yang kerap disapa Jokowi tersebut telah memberikan kepada Bengkulu apa yang dibutuhkan untuk menjadi sebuah provinsi yang maju seperti pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu itu optimis, pembangunan jalan tol di Bengkulu akan memberikan dampak besar, khususnya dalam pengembangan beberapa sektor seperti pariwisata dan perkebunan.

“Program ini akan membuka Bengkulu dari keterisolasian serta dapat meningkatkan perekonomian secara besar-besaran. Mudah-mudahan ke depan Bengkulu bisa keluar statusnya sebagai daerah tertinggal,” kata Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengungkapkan, pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau akan memudahkan akses transportasi dan distribusi barang dari Bengkulu ke berbagai daerah.

“Bahasa lainnya sangat mempengaruhi percepatan pembangunan di Bengkulu. Barang-barang komoditas Bengkulu akan mudah diangkut ke luar dan sebaliknya. Secara ekonomi lebih efektif dan efisien,” ujar Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menekankan, program pembangunan tol yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo patut didukung oleh semua pihak, terutama oleh warga sekitar yang dilalui tol.

“Kunjungan wisata ke daerah-daerah yang akan dilalui tol akan lebih mudah dan lebih cepat, tidak pakai macet. Pengguna jalan bahkan bisa memanfaatkan fasilitas yang ada seperti rest area, rambu yang jelas, penarangan jalan dan lain-lain. Ini akan membawa efek ekonomi berantai,” tegas Riri Damayanti.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menambahkan, dalam memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk membuka ruang ekonomi baru di daerah-daerah.

“Dalam lima tahun terakhir telah banyak yang dibangun oleh Pemerintah Jokowi di Bengkulu seperti Bandara Fatmawati Sukarno, Kampung Nelayan di Pulau Baai, termasuk tol ini. Mudah-mudahan komitmen beliau (Presiden Jokowi, red) tidak surut dan kita menunggu pembangunan-pembangunan lainnya,” demikian Riri Damayanti.

Dalam kunjungannya ke Bengkulu, Presiden Jokowi juga ditemani oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan anak keempat dari Presiden Soekarno dan Fatmawati, Sukmawati Soekarnoputri.

Semula, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melaksanakan groundbreaking pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau tahap I di Desa Taba Lagan Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah.

Namun karena adanya acara di Istana Negara Jakarta, usai meresmikan Monumen Fatmawati, Presiden Joko Widodo hanya menyempatkan diri mengunjungi rumah kediaman Fatmawati dan kemudian kembali bertolak ke Ibukota Jakarta.

Dalam kunjungan singkatnya kali ini ke Bengkulu, Presiden Jokowi seperti biasa memberikan kesempatan kepada warga yang kebanyakan dari kalangan emak-emak dan millenial untuk berswafoto.

Mengenai Monumen Ibu Agung Fatmawati karya maestro patung asal Bali Nyoman Nuarta itu, Presiden Jokowi berpesan agar dijaga dan dirawat dengan baik.

Ia menegaskan monumen ini bukan hanya untuk Bengkulu, namun juga Indonesia untuk mengenang jasa-jasa perjuangan Ibu Negara pertama Republik Indonesia tersebut dalam kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Fatmawati adalah perempuan kelahiran Bengkulu yang ketika menjadi istri Bung Karno menjahit sang saka merah putih dengan tangannya sendiri, sebelum Indonesia merdeka. [Muhammad Qolbi]