Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari ini dunia tengah memperingati Hari Valentine atau hari kasih sayang. Sayangnya, banyak diantara generasi muda menafsirkan kasih sayang tersebut tidak secara luas, namun dengan hubungan asmara antara laki-laki dan perempuan.

Hal ini tampak dari meningkatnya permintaan kondom bersama paket cokelat, serta jadwal mengingap antara pasangan di hotel-hotel menjelang Hari Valentine.

Senator Muda Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief mengingatkan kepada generasi muda untuk tidak menyempitkan makna kasih sayang dalam Hari Valentine sebagai cinta dengan seks dan menjadikannya sebagai jalan untuk melakukan seks bebas.

“Kasih sayang maknanya luas, bukan seks. Saya ingatkan buat teman-teman generasi muda, millenial, kalau mau rayakan Hari Valentine, rayakanlah dengan hal yang positif. Jangan terjebak dengan nikmat sesaat terus kemudian berbuntut penyesalan panjang,” kata Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, akibat arus globalisasi, banyak millenial saat ini yang keliru menganggap bahwa ketika meninggalkan seks bebas berarti yang bersangkutan tidak keren dan tidak gaul.

“Keren tidaknya anak muda itu sama sekali tidak bergantung sama seks bebas, itu budaya luar. Budaya kita keren dan gaul itu tergantung sama prestasi dan manfaat yang bisa kita hadirkan di tengah-tengah teman dan lingkungan,” Riri Damayanti menegaskan.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menyadari imbauan semacam ini telah sering diungkapkan oleh berbagai tokoh dan institusi.

“Tapi melalui kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa pengertian kasih sayang harus diartikan dengan tepat. Kasih sayang yang benar adalah melindungi dan memberikan yang terbaik kepada orang yang kita cintai. Melindungi bukan meniduri,” tekan Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini berharap seluruh generasi muda dapat memahami bahwa seks bebas mengandung bahaya besar yang merugikan jangka panjang.

“Mulai dari hamil muda, resiko tertular HIV/Aids, alat reproduksi bisa rusak, mental bisa rusak, kalau sudah hamil terus mau aborsi dengan cara yang ngawur, sekali lagi mari berpikir panjang sebelum berbuat,” ungkap Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini optimis pemerintah khususnya pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi melakukan pengawasan terhadap perilaku seksual yang menyimpang yang akan terjadi pada hari ini.

“Khusus kepada orang tua, mari tingkatkan pengawasan agar anak-anak kita tidak terjerumus melakukan hal-hal yang bersifat negatif dan menabrak aturan agama. Peran orang tua di sini menjadi penting dan mudah-mudahan di Bengkulu kemaksiatan di Hari Valentine tidak terjadi,” demikian Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]