Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain saat melakukan sidak di Dukcapil Kota Bengkulu, Selasa (18/2/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Komisi I DPRD Kota Bengkulu beserta anggota melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu, dalam rangka silaturrahmi mitra kerja, pada Selasa (18/02/2020).

Sidak kali ini kita mendapatkan beberapa temuan seperti di ruangan khusus servernya yang sempit serta gelap.

“Dan kita lihat ada dua pegawai yang sedang mengutak-atik server yang mogok sembari memulihkan data yang termakan oleh virus,” ucap Anggota Komisi I, Teuku Zulkarnain.

“Tadi kita instruksikan coba berkoordinasi langsung ke kementerian pusat, siapa tahu permasalahan ini pernah terjadi di kementerian, sehingga kita bisa konsultasi bagaimana cara mengatasinya sehingga data-data yang sudah ada tidak hilang dimakan oleh virus,” saran Teuku.

Sambungnya, seharusnya ruangan server yang ada di Dukcapil memiliki standar yang memadai, seperti memiliki ruang pendingin, mushola dan fasilitas yang lainnya, sehingga ruangan khusus ini terus beroperasi 24 jam.

“Coba lakukan evaluasi, apa penyebab dari server ini terkena virus, apakah faktor biasa atau memang ada yang mengutak-atik, sehingga yang ditakutkan data-data yang selama ini sudah ada, dengan kejadian ini datanya hilang, repot nanti untuk menyusun ulang,” imbuhnya.

Anggota Komisi I Ariyono Gumay, juga menambahkan, tidak itu saja, pihaknya juga temukan seperti mesin cetak KTP yang rusak dan hanya berfungsi 1 dari 4 unit. Hal itu membuat kinerja mesin harus dibatasi karena tak bisa bekerja lebih dari 100 unit per hari.

“Memang kapasitas mencetak KTP itu per hari maksimalnya hanya 100 buah. Nanti kita coba bawa di rapat banggar kita akan memfasilitasi untuk mesin pencetak, pengadaan printer paling tidak ada penambahan tiga atau empat unit. Jadi sehari masyarakat yang dilayani bisa sampai 400 sampai 500 sehari,” jelasnya.

Perlu diketahui server Dukcapil Kota Bengkulu lumpuh total sejak Kamis (13/02) hingga saat ini.

“Akibatnya, banyak masyarakat yang datang untuk mengurus berkas kependudukan dan akhirnya pulang sia-sia,” tutupnya. [Soprian]