PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Walikota Bengkulu H Helmi Hasan kembali meluncurkan program yang menghebohkan. Kali ini program 1001 janda.

Disampaikan Helmi Hasan, program ini bertujuan agar seluruh janda di Kota Bengkulu mendapat perhatian khusus.

“Program 1001 janda ini tidak hanya pada janda usia sudah lansia, janda-janda muda juga kita perhatikan,” jelas Helmi Hasan.

Dengan program ini, tambah Helmi Hasan, perempuan diharapkan bisa ikut meramaikan masjid, karena dengan sering-sering ikut pengajian serta kajian di rumah Allah, insyaAllah mendapatkan jodoh yang lebih baik ketimbang wanita yang tidak memiliki suami.

“Perempuan atau janda-janda muda, dengan mengisi aktivitas di masjid, meramaikan masjid, karena keutamaan memakmurkan masjid bukan domain kaum adam saja. Kaum hawa juga punya peran dalam memakmurkan rumah Allah di muka bumi. Sebab, wanita saudara kandung laki-laki dan bagian dari masyarakat. Karenanya Islam tidak mendeskriditkan wanita dalam amal mulia ini,” katanya.

Dengan mengisi, sambungnya, keutamaan di masjid, kaum hawa bisa saling bertemu dengan saudara-saudara sesama umat muslim.

“Hal ini nampak jelas dari kitab sirah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat dan menyampaikan pengajaran kepada kaum wanita di masjid. Mereka menghadiri taklim dan khutbah yang disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sana,” jelasnya.

“Dari pada janjian ketemu lewat Facebook, WA, Instagram dan lain-lain, lebih indah kalau janjian ketemu di jalan Allah, di rumah Allah,” sambungnya.

“Lebih muliah jodoh yang mana? Janjian lewat akun media sosial atau lewat rumah Allah,” tanyanya.

Perlu diketahui konsep program 1001 janda ini hampir mirip dengan program GPY nantinya pemerintah akan memberikan bantuan kepada janda – janda warga Kota Bengkulu agar kehidupan perekonomiannya mendapat perhatian dari pemerintah.

Sehari sebelumnya terlansir, bukan Walikota Bengkulu H Helmi Hasan namanya kalau bukan sosok yang terus melahirkan gebrakan demi gebrakan.

Sang Muazin Sosial itu kembali mengeluarkan program fenomenal, yakni program 1001 janda.

Program ini disebutkan hampir sama dengan Gerakan Peduli Yatim, yaitu membantu janda-janda yang tidak mampu secara ekonomi.

Disampaikan Helmi Hasan, janda-janda di Kota Bengkulu perlu mendapat sentuhan perhatian dari pemerintah.

“Menafkahi tidak harus menikahi, program ini bukan berarti pejabat Pemkot Bengkulu harus menikahi janda,” ujarnya.

Konsep program 1001 janda ini nantinya pemerintah akan memberikan bantuan kepada janda–janda warga Kota Bengkulu agar kehidupan perekonomiannya mendapat perhatian dari pemerintah.

“Program ini akan segera kita luncurkan. Dari program ini diharapkan para janda akan terbantu hidupnya sebagaimana program Gerakan Peduli Yatim yang para pejabat Pemkot memberikan santunan setiap bulan kepada anak anak yatim,” jelasnya.

Program ini adalah upaya Pemkot dalam mewujud kebahagiaan di tengah-tengah masyarakat.

Untuk diketahui, program ini praktis mengangkat harkat dan martabat janda di tengah-tengah masyarakat yang terkadang distreotipkan suka melanggar norma agama, genit, mengganggu suami orang, berpakaian mini, suka mengandalkan pemberian orang, dan lain-lain.

Dalam hadis muttafaq ‘alaihi, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan menyebutkan setiap orang yang membantu para janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu mengerjakan puasa di siang hari dan salat di malam hari.

Dalam hadist lain disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa orang yang menyantuni kaum janda dan orang-orang miskin adalah setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah.

Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menegaskan juga bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda orang yang menyantuni kaum janda juga seperti orang yang bertahajud yang tidak merasa lelah dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka. [Soprian]