Ilustrasi yoga terbaik, salat.

Di tengah penyebaran wabah virus corona atau covid-19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo pada Minggu, 15 Maret 2020 memberikan pernyataan agar masyarakat melakukan kegiatan dari rumah. Banyak perusahaan yang sudah memutuskan agar karyawannya melakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Selain itu banyak juga yang melakukan isolasi mandiri karena merasa dirinya kurang sehat atau lebih memilih melakukan pekerjaan maupun kegiatan lainnya di rumah demi mengurangi risiko terpapar corona.

Meski harus bekerja dari rumah, bukan berarti Anda tak bisa melakukan berbagai kegiatan lainnya, termasuk kegiatan olahraga. Apalagi faktor utama yang membuat kita tidak mudah terpapar virus seperti corona adalah tubuh kita dalam keadaan sehat.

Karena itu, rutin melakukan olahraga tetap harus dijalani. Dilansir dari Reuters dan laman Her Beauty, setidaknya ada enam macam olahraga yang bisa dilakukan oleh mereka yang melakukan isolasi mandiri maupun yang bekerja di rumah.

1. Yoga

Yoga termasuk pilihan olahraga yang bisa kita lakukan di rumah. Untuk menghindari risiko cedera karena tak ada pelatih yang mengawasi, kita tak perlu melakukan gerakan yang rumit. Cukup lakukan beberapa gerakan yoga simpel yang sudah dipelajari sendiri.

Melakukan yoga sederhana juga salah satu solusi untuk tetap sehat. Anda bisa mencoba beberapa gerakan sederhana di rumah seperti, tree pose, cat-cow, dan mountain pose.

Peneliti dari Texas State University, Stacy Hunter, juga mengatakan bahwa kita setidaknya bisa melakukan pranayama atau teknik pernapasan yoga simpel. Olahraga ini dapat meregangkan otot dan membakar kalori untuk mengurangi berat tubuh Anda.

2. Jogging

Jogging atau berlari tidak hanya bisa dilakukan di tempat umum atau di luar rumah. Anda juga bisa melakukan jogging di rumah dengan berlari di tempat atau menggunakan treadmill.

3. Aerobik atau Zumba

Olahraga seperti zumba atau aerobik memang lebih menyenangkan kalau dilakukan beramai-ramai saat berada di tempat latihan. Namun bukan berarti dua olahraga ini tak bisa dilakukan di rumah, apalagi di saat melakukan isolasi mandiri.

Agar tetap menyenangkan dan semangat, putar lagu dan panduan aerobik atau zumba di televisi atau gawai Anda untuk memberikan suasana yang mirip dengan di tempat latihan. Lakukan kurang lebih selama 30 menit tiap sore hari untuk mendapatkan hasil olahraga yang maksimal.

Olahraga yang satu ini bisa jadi solusi bagi Anda yang ingin sesuatu yang mudah dan simpel.Skipping atau lompat tali bisa dilakukan di dalam rumah dan tetap bisa membuat Anda berkeringat dan meregangkan otot.

Lakukan olahraga ini setelah melakukan peregangan. Jika kuat, Anda bisa melakukannya 15 sampai 20 menit per hari.

5. Olahraga kardio

Olahraga kardio dikenal efektif untuk menurunkan berat badan, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan melindungi jantung dari ragam gangguan. Olahraga ini bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan.

Beberapa gerakan yang bisa kamu coba seperti, high knees yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggerakan otot utama pada bagian paha dan betis pada kecepatan tertentu. Lalu, ada burpee, yaitu olah gerak keseluruhan tubuh.

Burpee terdiri dari gerak jongkok (squat), tendang kedua kaki ke belakang (kick feet back), push-up, kembali melakukan squat (ke posisi jongkok) dan terakhir berdiri sambil berloncat.  Kalau lima gerakan ini dilakukan dengan benar, seluruh tubuh akan bergerak dan esensi olahraga benar-benar dilakukan.

6. Menari

Kalau Anda bosan atau kurang sreg dngan melakukan beberapa olahraga di atas, Anda bisa mencoba menari. Cukup putar musik favorit sebagai pengiring gerakan-gerakan Anda sendiri. Menari bisa jadi solusi lain untuk tetap bergerak dan hidup sehat saat berada di rumah.

Terkait hal tersebut, ketika seseorang melakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran wabah virus Corona diperlukannya beberapa persiapan. Untuk semua tujuan tersebut, berikut ini merupakan panduan untuk orang sehat yang ingin tinggal di rumah agar mencegah tertular dan menularkan virus. Terutama di Indonesia yang alat tes nya masih terbatas, orang-orang mengharapkan karantina diri untuk mencegah keduanya, mengutip berbagai sumber:

1. Memakai Masker Saat Sakit

Tenaga kesehatan ahli selalu menekankan bahwa masker tidak efektif untuk masyarakat yang tidak menunjukkan gejala apapun terkait virus.

Masker hanya digunakan untuk orang yang sakit, tenaga medis yang merawat pasien, dan orang-orang yang mengalami gejala mirip flu. Masker berpotensi mencegah penyebaran virus dari Anda ke orang lain.

2. Mempersiapkan bahan makanan

Utamakan bahan makanan pokok seperti beras, sayuran dan makanan pokok lai nya yang wajib Anda siapkan untuk 2 minggu Anda di rumah. Makanan lainnya yang dapat Anda beli yaitu makanan beku dan kaleng jika Anda senang memasak di rumah.

Anda juga bisa menambah daftar makanan penenang seperti cokelat, teh dan kopi meskipun itu tidak efektif. Menurut Chris Aiken, MD, seorang psikiatri menjelaskan hubungan coklat dan kesehatan mental. Menurutnya, selain mengandung kafein, cokelat juga mengandung bahan lain yang memberi efek mengubah perasaan menjadi lebih baik, mengutip dari PsychiatricTimes.

3. Persiapkan bahan-bahan lainnya

– Sabun mandi dan sabun cuci tangan

– Hand sanitizer

– Tisu dan tisu toilet

– Popok (jika punya anak kecil)

– Penyaring air agar bisa minum tanpa harus membeli air kemasan

– P3K, seperti aspirin, ibuprofen dapat membantu meredakan sakit kepala dan nyeri serta menurunkan demam.

Marguerite Neill, seorang ahli penyakit menular di Brown University, mengatakan kepada New York Times bahwa setiap orang harus memiliki pasokan obat-obatan mereka minimal untuk 30 hari.

– Jika seseorang di rumah menggunakan alat bantu pendengaran, American Red Cross menyarankan untuk menyediakan baterai ekstra.

– Suplemen dan vitamin. Karena bisa saja makanan yang Anda konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.

– Perawatan hewan peliharaan (jika Anda memiliki hewan peliharaan). Karena meskipun Anda disarankan CDC membatasi diri kontak dengan hewan peliharaan, namun hewan peliharaan Anda membutuhkan perawatan rutin.

4. Memperhatikan kesehatan mental

Associated Press melaporkan, beberapa orang yang dikarantina di rumah masing-masing mengatakan, mereka mengambil kesempatan ini untuk menonton film favorit mereka, atau membaca beberapa buku. Beberapa orang juga bermain game asah otak.

Dalam kasus karantina, kesehatan mental Anda juga harus dipertimbangkan. Pastikan di rumah ada sesuatu yang dapat menghibur Anda, seperti buku, permainan papan, permainan kartu dan sebagainya. Red Cross merekomendasikan games dan aktivitas fisik untuk anak-anak, mengutip dari BusinessInsider.

Selain hal tersebut, Anda juga bisa melakukan aktivitas keagamaan sehingga waktu yang Anda miliki bermanfaat baik dunia maupun akhirat.

Itulah beberapa tips saat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengisolasi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berkerjasama dengan pemerintah untuk mengatasi wabah pandemi dunia agar segera mereda. [Suci Kusuma]