Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Seluruh jajaran pemerintahan di setiap level di Indonesia mulai dari pusat hingga daerah tengah gencar-gencarnya melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur seperti seperti gedung, jalan, jembatan, dan lain sebagainya.

Tak terkecuali di Bengkulu, pembangunan menggeliat bukan hanya dilakukan oleh jajaran pemerintahan, namun juga dilakukan oleh sektor swasta bidang perhotelan dan restoran.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengingatkan agar pengawasan terhadap seluruh pembangunan di Bengkulu dapat dilakukan dengan ekstra agar dapat kokoh dan tahan lama, tidak terjebak dengan kemegahan semata.

“Banyak bangunan yang seiring waktu menjadi rapuh. Saya mendapat laporan ada kemungkinan banyak bangunan di tepian pantai Bengkulu besi-besinya mengalami korosi karena penggunaan air sebagai salah satu bahan bangunan dari sumber air yang tak jauh dari laut,” kata Riri Damayantim Kamis (5/3/2020).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini berharap pihak-pihak terkait dengan pembangunan bisa lebih selektif dalam memilih sekutu yang diajak bekerjasama dalam membangun dengan jaminan bangunan yang didirikan bisa bertahan lama dan menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

“Mengenai korosi tadi pihak terkait harus cek ulang besi-besi dari setiap bangunan yang ada karena kalau ternyata benar rapuh sangat membahayakan ketika roboh,” Riri Damayanti menyarankan.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu itu menekankan, infrastruktur yang dibangun dengan anggaran miliaran bahkan triliunan rupiah harus dapat digunakan dalam waktu yang panjang dan tahan lama.

“Sehingga benar-benar bisa memberikan efek positif khususnya kepada masyarakat yang menggunakan. Jangan sampai ada bangunan yang didirikan terbuang percuma hanya karena ada satu bagian kecil yang keliru, misalnya yang penggunaan air untuk bahan membangun tadi,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini yakin pemerintah daerah di Bengkulu telah merencanakan seluruh pembangunan hingga matang sejak awal hingga perawatan dan pemeliharaan.

“Jangan ada celah terhadap pendirian bangunan yang cepat rapuh agar setiap pembangunan yang ada dapat berguna dan bermanfaat, tidak ada yang mubazir serta bisa menjadi kebanggaan dalam waktu yang lama,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, sejumlah ahli konstruksi memberikan saran penting bagi setiap pendirian bangunan di sebuah kawasan yang tak jauh dari pantai harus memperhatikan ketahanan bangunan agar tidak mudah rusak terutama oleh air laut atau angin laut yang membawa garam.

Pasalnya, hal itu bisa menyebabkan korosi pada bagian rumah yang terbuat dari material besi. Di samping itu, air tawar dari kawasan tepian pantai tidak disarankan menjadi untuk mengolah bahan bangunan karena berpotensi tercampur air asin yang dapat masuk ke daratan, sementara banyak bangunan di Bengkulu berdiri di kawasan tepian pantai.

Untuk diketahui, Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang ±525 km yang memanjang dari tenggara kearah barat daya, mulai dari kabupaten Kaur yang berbatasan dengan Provinsi Lampung hingga kabupaten Mukomuko yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. [Muhammad Qolbi]