Sejak Presiden Joko Widodo umumkan dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus COVID-19 pada Senin (2/3), Indonesia terus tingkatkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19. (Xinhua/Agung Kuncahya B.)

Juru bicara Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto, memberikan pernyataan resmi jika kini Warga Negara Indonesia yang telah terpapar virus Corona telah bertambah dua orang. Salah satu di antaranya berasal dari cluster penyebaran virus corona di Jakarta dan terhubung dengan kasus 1 dan kasus 2.

“2 positif. Kasus 05, laki-laki 55 tahun dari tracing klaster Jakarta,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Minggu (8/3/2020), dilansir berbagai sumber.

Sementara kasus 6 adalah anak buah kapal (ABK) Diamond Princess yang sebelumnya dievakuasi dari Yokohama, Jepang. Dia dirawat di RSUP Persahabatan Jakarta.

“Kedua confirm kasus Covid, kasus 06 laki-laki 36 tahun merupakan imported case yang didapatkan saat bekerja sebagai ABK di Diamond princess,” kata Yurianto.

Yurianto menyatakan kondisi kedua pasien positif corona ini dalam keadaan stabil. Keduanya tidak membutuhkan oksigen, tidak demam, tidak pilek, dan tidak batuk.

“Kondisi keduanya stabil tidak membutuhkan oksigen, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek,” jelas Yurianto.

Lanjut, Yurianto menambahkan bahwa Kondisi kesehatan empat warga yang positif virus Corona semakin membaik.

“4 positif kondisinya makin baik, pasien 1 dan 2 sudah tidak panas, tinggal tunggu hasil laboratorium,” kata Achmad Yurianto dalam jumpa pers di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Dia mengatakan, kalau hasil laboratorium menunjukkan negatif hingga 2 kali pemeriksaan secara berturut turut, maka akan dipulangkan.

Sedangkan pasien 3 dan pasien 4 positif virus Corona juga sudah tidak lagi demam. Kedua pasien, kata Yurianto masih batuk-batuk dan pileknya sudah berkurang.

“Sudah tidak kelihatan letih lemah lesu. Mudah mudahan dengan perawatan bagus, sembuh dan bisa kita pulangkan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini.

Dia menjelaskan secara keseluruhan pasien positif Corona tersebut tidak menggunakan tanpa alat bantu apapun serta oksigen. Kasus 1 hingga 4 kata dia masih bisa beraktivitas seperti biasa.

“Tidak menggunakan infus, semuanya masih mampu perawatan mandiri, yang bisa makan sendiri, bisa makan sendiri, dan bisa menggunakan aktifitas yang lain,” kata Yuri.

Pengumuman dua pasien baru yang dinyatakan positif corona tersebut menambah daftar warga Indonesia yang terjangkit corona dari sebelumnya empat orang menjadi enam orang. [Suci Kusuma]