Ilustrasi

Wabah virus covid-19 semakin meluas baik di dunia maupun Indonesia. Terhitung jumlah kasus di Indonesia pada jumat (27/3) disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto  angkanya mencapai 1046 kasus dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

Achmad Yurianto menambahkan, peningkatan kasus positif Corona ini terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran jaga jarak atau social distancing, baik di luar maupun di dalam rumah, hingga tidak disiplin mencuci tangan

Terkait hal tersebut, orang lanjut usia (lansia) cukup rentan terinfeksi virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Ini mengacu pada pernyataan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC),

Meski begitu, justru kalangan lansia ini yang terbilang sulit untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk mencegah agar tidak terinfeksi, semisal dengan cara menjaga jarak (sosial distancing).

Dr.Alexandra Stockwell, seorang dokter yang berubah menjadi pakar hubungan dan pendiri Calm in Chaos, seperti dilansir dari Healthline, mengungkapkan kondisi semacam itu terbilang wajar.

Hingga pada suatu titik, mereka seperti merasa punya hak untuk melakukan apa pun yang mereka mau, selama kondisi tubuh mendukung.

Dan, kebanyakan dari lansia saat ini terbilang masih kuat, sehat, fit sehingga mereka seperti “menolak” dianggap lansia yang masuk kategori rentan terpapar virus Corona.

Sementara Jenn Leiferman, PhD, direktur Pusat Penelitian Pencegahan Rocky Mountain dan profesor kesehatan masyarakat dan perilaku di Sekolah Kesehatan Masyarakat Colorado, mengungkap bahwa lansia menyukai rutinitas.

Saat ada imbauan untuk menjaga jarak dan tidak keluar rumah atau mengurangi aktivitas di luar ruangan, mereka meresponsnya dengan mengatakan tidak nyaman.

Kedua pakar tersebut lantas merekomendasikan beberapa petunjuk praktis, cara kita memberikan pengertian kepada orangtua, kakek atau nenek, bagaimana menjalani masa karantina selama pandemi virus Corona, seperti menjaga jarak.

Beberapa cara dapat dilakukan yang dilansir dari Healtline, Jumat (27/3/2020), lima petunjuk praktis tersebut yakni,

1. Pastikan Anda orang yang tepat untuk melakukan tugas ini

Ada kalanya, seorang anak sekalipun, bukan sosok tepat untuk melakukan hal semacam ini. Memberi pengertian kepada orang tua mereka, terutama untuk bahasan semacam pandemi virus Corona.

“Terkadang orang tua tetap melihat anak-anak mereka yang sudah dewasa sebagai anak. Jika kasus seperti ini yang terjadi, saya sarankan pada anak untuk menujuk figur lain yang dipercaya untuk menyampaikan pesan yang kemungkinan didengar oleh orang tua,” kata Leiferman.

Figur tersebut bisa semisal teman keluarga, saudara kandung orang tua kita, atau bahkan pemimpin keagamaan.

2. Datang dengan cinta bukan niat mengontrol

Pastikan dan perlihatkan bahwa maksud dan keinginan Anda melihat orang tua mendengarkan kata-kata Anda adalah demi cinta, bukan karena ingin mengendalikan mereka.

3. Beri Banyak Pertanyaan

ajukan pertanyaan kepada orang tua Anda untuk benar-benar memahami apa yang mendorong perilaku mereka, dan dengarkan jawaban mereka. Setelah itu, pahami.

“Seringkali kita dapat membantu orang mengubah perilaku mereka jika kita mengetahui apa yang melatarbelakanginya. Kemudian Anda dapat membantu orang tua mengidentifikasi dan menemukan cara untuk mengubah perilaku mereka sendiri. Hal ini berbeda dari sekadar kita menyuruh atau menuruti apa yang kita ingin mereka lakukan,” saran Leiferman.

4. Membagi informasi dari sumber tepercaya

Cari tahu dari mana bisanya orang tua Anda mendapatkan informasi.  Terkadang, kalangan lansia justru tak memercayai sumber-sumber valid, dan menganggap kebijakan seperti karantina atau menjaga jarak fisik sebagai hal yang dilebih-lebihkan.

Pastikan orang tua Anda mendapatkan informasi berbasis sains yang benar dari sumber langsung dan tepercaya.

5. Terima Kenyataan bahwa Anda hanya bisa mengendalikan diri sendiri

Pada akhirnya, bahkan jika orang tua Anda tidak mengindahkan niat Anda untuk melindungi diri mereka terhadap COVID-19, Leiferman mendesak kita untuk tetap memberikan rasa hormat, cinta, dan dukungan kepada orang tua.

Keterhubungan sangat penting bagi kalangan lansia selama masa seperti pandemi virus Corona ini, jadi ajari orang tua Anda cara-cara baru untuk tetap terhubung, dan komitmen untuk tetap berkomunikasi dengan kita.

Dari beberapa hal yang dapat menjadi cara untuk menjelaskan kepada orang tua kita, alangkah baiknya kita untuk tetap bersabar. Dengan tetap melakukan tindakan preventif guna melindungi orang-orang terdekat kita. [Suci Kusuma]