Pedomambengkulu.com, Seluma – Penghentian produksi hasil pertanian berupa karet dan kelapa sawit sudah dilakukan sejumlah pabrik di Provinsi Bengkulu. Penundaan ini dilakukan untuk mencegah penularan wabah Covid-19, namun di sisi lain dapat menyebabkan kerugian bagi petani.

Kabupaten Seluma juga merupakan wilayah penghasil karet dan kepala sawit, dan merupakan sumber penghasilan utama masyarakat. Dengan dihentikannya produksi, maka membuat petani terancam tak menghasilkan uang karena pembeli ataupun pabrik tak mau menerima hasil pertanian dari masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma, Nofi Eriyan Andesca berharap, pabrik di Seluma tidak berhenti beroperasi. Ia menyatakan produksi tetap bisa dilakukan dengan melakukan berbagai langkah, agar Covid-19 tidak menyebar.

“Sampai saat ini belum ada informasi penutupan, kita khawatirkan ada pabrik di Seluma yang tutup. Kalau sampai ditutup, otomatis masyarakat menjual karet dan sawit itu kemana? mungkin bisa diubah polanya kalau mengumpulkan orang banyak diubah menggunakan jadwal, kalau memang bisa aturannya kita subsidikan kalau ada aturannya,” jelas Nofi.

Nofi mengatakan, banyak masyarakat yang akan mengeluh jika kondisi ini terjadi, dan berdampak ke penghasilan sehari-hari yang bergantung dengan perkebunan kelapa sawit dan karet.

“Kalau pabrik tutup, pembeli tidak menerima. Jangan sampai mengeluarkan edaran yang belum jelas, jadi ketakutan masyarakat itukan luar biasa, banyak masyarakat menangis walaupun tidak diungkapkannya” jelas Nofi.

Ia menyatakan Senin (30/3/2020) besok, pihaknya akan melakukan rapat internal, dan akan berkordinasi dengan pemerintah daerah agar pabrik bisa tetap beroperasi.

“Senin rapat, kami akan rapat dengan delapan fraksi, kita dengar dulu aspirasi setiap fraksi” jelas Nofi. [IT2006]