Pedomanbengkulu.com, Seluma – Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma terus melakukan pemantauan terhadap 114 warga di Kabupaten Seluma yang baru saja pulang dari daerah yang terdapat kasus wabah Covid-19. Sejumlah 114 warga tersebut dipantau melalui petugas Dinas Kesehatan, hingga ke Puskesmas terdekat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma, Ahmad Tavip mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap warga Seluma yang terdiri dari pejabat, PNS, tenaga kerja, warga sipil berjumlah 80 orang dan kemudian bertambah menjadi 114 orang. Dijelaskan Tavip awalnya mereka dinyatakan ODP, namun kemudian hanya berstatus Notifikasi karena belum mengalami gejala penyakit Covid-19.

“Kemarin kan istilah waktu awal sosialisasi itu yang baru datang tanpa gejala klinis maupun yang tidak, masuk ODP, dan kemarin waktu digabung (pendataan) ternyata besar angkanya. Sehingga untuk yang punya riwayat perjalanan dari daerah endemik masuk ke daerah Seluma tanpa gejala klinis, sekarang disebut namanya Notifikasi. Notifikasi artinya orangnya tetap dipantau selama 14 hari,” jelas Ahmad Tavip, Rabu (25/3/2020).

Meski begitu 114 orang tersebut harus terus dipantau kesehatannya, karena bisa saja muncul gejala penyakit dalam beberapa hari. Pihaknya pun memastikan puskesmas dan rumah sakit bersiaga dalam 24 jam.

“Kemudian dari perkembangan itu bisa saja naik, sekarang 114 ini belum ada gejala klinis, nanti bisa saja satu hari, tengah malam nanti (muncul gejala), karena lihat dari segi inkubasi dia butuh empat hari. Tetapi terakhir perkembangannya banyak yang positif corona tanpa gejala, yang ini yang perlu kita khawatirkan. Maka dari itu sekarang masa pelayanan puskesmas dan rumah sakit sudah 24 jam, dikawatirkan muncul masalah itu tengah malam,” papar Tavip.

Tavip memastikan sampai hari ini belum ada warga Seluma yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan mengalami gejala klinis.

“ODPnya belum ada, ODP dengan gejala klinis belum ada, sampai hari ini ya,” jelas Tavip.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Seluma terus berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk melakukan pencegahan terhadap wabah Covid-19, dengan menggelar teleconference bersama Gubernur Bengkulu dan jajaran.

“Masyarakat dihimbau untuk berdiam diri di rumah, dan tidak berkerumun, untuk menghindari penularan Covid 19. Untuk tenaga medis sudah disiapkan selama 24 jam,” jelas Bupati Seluma, Bundra Jaya. [IT2006]