Hj Riri Damayanti John Latief saat berbicara dihadapan millenial Bengkulu, beberapa waktu yang lalu.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai garda terdepan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum tergantikan. Hal ini kembali ditegaskan oleh Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, belum lama ini.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan pentingnya untuk menghimpun seluruh UMKM yang ada di Bengkulu dalam wadah-wadah koperasi produksi.

“Saya berharap pemangku kebijakan terkait di Bengkulu dapat mendorong terbentuknya koperasi produksi untuk mewadahi seluruh UMKM yang ada sehingga seluruh sektor riil di Bengkulu dapat bergerak dengan baik,” kata Riri Damayanti, Selasa (10/3/2020).

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, mayoritas UMKM selama ini tergabung hanya dalam koperasi simpan pinjam yang melayani penyimpanan dan masyarakat untuk meminjam uang.

“Koperasi produksi ini harapannya bisa membantu UMKM bukan hanya dari segi permodalan, tapi sampai kepada strategi manajemen pengelolaan usaha hingga kepada pemasaran,” papar Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini meminta kepada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta pihak terkait di daerah untuk mendorong terjadinya modernisasi koperasi, bukan hanya kepada jenis koperasi simpan pinjam, namun juga kepada jenis koperasi produksi.

“Harapannya semakin banyak anak muda atau millenial yang ikut serta dalam koperasi. Jangan sampai koperasi ini dipandang kuno oleh millenial. Kalau mulai pendaftaran, promo kegiatan, sampai laporan keuangan semua bisa dilakukan secara online, koperasi pasti akan menjadi sesuatu yang menarik bagi millenial,” ungkap Riri Damayanti.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini mengingatkan agar pemerintah tidak membiarkan keberadaan UMKM tersingkir dengan kehadiran produk-produk asing dan dapat bersaing di pasar global.

“Saya berharap tahun 2020 ini pemerintah tingkat daerah mulai mengupayakan agar koperasi-koperasi di daerah mulai dibenahi tidak hanya berkutat dalam bisnis simpan pinjam, tapi sudah menyentuh sektor produksi,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, koperasi produksi sering disebut sebagai koperasi yang menampung barang-barang yang dihasilkan atau diproduksi oleh para anggota.

Sumber lain juga menyebutkan koperasi produksi melakukan kegiatan seperti penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, dan membantu memproduksi jenis barang-barang tertentu, bukan memberikan modal pinjaman dalam bentuk uang kepada anggotanya.

Koperasi produksi ikut terlibat dalam membantu menjual dan memasarkan hasil produksi para anggota koperasi. [Muhammad Qolbi]