IST/dr Handoko Gunawan saat berdinas.

Wabah virus Corona yang masih menjadi permasalahan dunia, sehingga perlu adanya pencegahan sebelum virus tersebut semakin meluas.

Pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) membagikan tips untuk sembuh dari pandemi global tersebut. Salah satu caranya dengan mendisiplinkan diri minum air putih yang banyak.

“Jadi sebenarnya kita punya kekuatan dalam diri kita untuk asal kita disiplin minum air putih yang banyak, istirahat yang benar, asupan gizi, sayuran dan vitamin yang benar, jaga immune system dan laksanakan personal hygiene yang benar, ketat, rajin cuci tangan, dan ikutin anjuran pemerintah,” kata salah seorang dari mereka dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/03).

Pasien yang sembuh itu mengatakan bahwa yang dinyatakan positif Corona namun tak memiliki gejala yang berbahaya untuk penyebaran virus. Sebab, efeknya akan lebih parah bagi yang masyarakat yang imunnya sedang turun.

“Kalau kasus saya yang dinyatakan positif tapi tidak mempunyai tanda-tanda gejala apa pun itu sebenarnya lebih bahaya karena kita bisa saja melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa tahu kita menularkan ke orang-orang yang imunnya dan kesehatannya lebih lemah daripada kita dan itu efeknya lebih parah,” ujar dia.

Selain itu, jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dan mendengarkan saran dari pemerintah.

“Kalau memang diminta untuk pembatasan sosial sementara waktu, lakukan sebaik-baik mungkin,” ucap dia.

Selanjutnya pasien sembuh dengan kasus nomor 03 juga meminta agar masyarakat tidak menghakimi orang positif Covid–19.

“Untuk orang-orang di luar jangan menghakimi pasien (positif Corona) dengan stigma negatif. Sebab pasien akan menjadi korban dua kali. Saya selama diisolasi seminggu nangis terus,” ungkapnya.

Kemudian, ia pun memberi apresiasi pada tenaga medis dan kebersihan, ketiganya juga memberikan saran untuk masyarakat lain untuk mempertahankan imun tubuhnya tetap kuat.

“Untuk dokter, suster, pekerja lab dan cleaning service yang mendampingi kami. Penghargaan apresiasi untuk mereka karena 24 jam di garda depan. Mereka luar biasa. Kita punya kekuatan dari luar karena mereka,” ucap kasus 01 saat temu media di RSPI Sulianti Suroso.

Terkait hal tersebut, yang sedang menjadi perbincanggan warganet ialah dedikasi dokter Handoko Gunawan dalam memerangi wabah virus Corona di Indonesia. Dokter Handoko Gunawan adalah spesialis paru dari Rumah Sakit Graha Kedoya Jakarta.

Usia dokter Handoko Gunawan sendiri kini mendekati 80 tahun. Pihak keluarga sebenarnya telah meminta dokter Handoko Gunawan untuk tidak ikut terjun menangani pasien wabah virus Corona.

Namun semangat mengabdi kepada kemanusiaan membuat dokter Handoko Gunawan berkukuh. Beredar kabar, ia menjalankan tugas hingga pukul 3 dini hari demi melawan pandemik virus Corona.

Sekretaris Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Dyah Agustina Waluyo mengimbau Masyarakat agar menghargai kerja keras dr Handoko Gunawan dengan cara tidak menganggap enteng COVID-19.

“Jangan sia-siakan pengorbanan dr Handoko Gunawan,” kata Dyah, dilansir dari Detik, Rabu (18/3/2020)

“Dokter Gunawan sekarang yang sakit, dokter-dokter dan perawat-perawat yang lain juga bisa sakit. Lalu siapa yang harus bertugas melayani masyarakat kalau dokternya dan perawatnya sakit? Itulah mengapa kami berteriak dan mengajak serius kepada masyarakat: stay at home (tetaplah di rumah),” ujar Dyah.

Di masa darurat COVID-19 ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak ke luar rumah bila tidak ada keperluan mendesak. Kerja dari rumah dianjurkan, pelajar tidak berangkat ke gedung sekolah untuk sementara waktu, jaga jarak (social distancing) diterapkan. Bila semua itu dilakukan, COVID-19 tak akan menyebar parah.

“Kalau masyarakat menganggap enteng, berapa pun rumah sakit yang disiapkan, berapapun dokter disiapkan, berapa pun perawat disiapkan, tidak akan cukup,” kata dia.

Selanjutnya, Dyah menerima kabar dari pihak keluarga dr Handoko Gunawan. Keluarga mengabarkan dokter yang berpraktik di RS Graha Kedoya Jakarta Barat itu sudah dalam penanganan rumah sakit dan staf medis yang kompeten.

Dokter Handoko kini dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik meski dibatasi. Keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian, simpati, dan doa untuk dr Handoko.

“Beliau dokter hebat. Sebenarnya semua dokter dan petugas kesehatan saat ini juga sehebat beliau. Kami mohon tenaga-tenaga ini dilindungi. Kami sadar tanggung jawab profesi. Tolong diprioritaskan keselamatan dan keamanan kerjanya. Alat pelindung diri (APD) menipis. Masker saja sulit dicari. Ini diperlukan oleh seluruh fasilitas kesehatan,” tutur Dyah.

Sehubung dengan maraknya pemberitaan tentang virus covid-19 di Provinsi Bengkulu, berikut data press release Rabu, 18 Maret 2020.

Data Global yang terjangkit virus covid-19 sebanyak 197.185 orang, terjangkit di 154 Negara dengan jumlah kematian 7907 orang. Selanjutnya untuk data nasional jumlah kasus positif covid-19 sebanyak 227 orang, terjangkit di 9 Provinsi dengan pasien sembuh 8 orang dan 19 orang meninggal dunia.

Selanjutnya untuk data dari Provinsi Bengkulu, terdapat 11 orang dengan rincian: 8 orang dalam pemantauan, 1 orang dalam pengawasan dan 2 orang dinyatakan sembuh.

Untuk itu, selain upaya dari pemerintah melalui kebijakannya diperlukan juga kerjasama dari masyarakat sehingga wabah virus Corona segera mereda. [Suci Kusuma]