Ilustrasi

Wabah virus Corona membuat dunia mencekam. Dikarenakan penularannya yang begitu cepat. Dua analisis ilmiah dari Imperial College London dan  Universitas Manchester mengenai penyebaran Corona menyebutkan bahwa satu orang yang terkena virus itu menulari dua atau tiga orang lain. Hal ini disimpulkan dari jumlah tertular yang ada saat ini.

Sebagaimana juga disampaikan  oleh kepala Program Riset Biosecurity di Kirby Institute di Universitas New South Wales, Australia, mengatakan hari Sabtu (25/1/2020) bahwa dia sangat mencemaskan tingkat penyebaran Corona di China. Menurut Raina MacIntyre, semakin cepat penularan di China berarti semakin tinggi pula bahaya yang mengancam dunia.

Di Indonesia penyebaran virus covid-19 semakin meluas hal ini disampaikan oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto menyebut, jumlah orang dengan positif Corona di Indonesia bertambah menjadi 117 orang dari hari sebelumnya 96 orang.

Terkait hal tersebut, apabila kita ingin melihat dari segi lain, berbagai macam persoalan kehidupan pasti memiliki berbagai hikmah. Berikut beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari adanya wabah virus covid-19 dalam pandangan Islam.

1. Menjaga Kebersihan diri dan ber wudhu

Perlu kita sadari bahwa banyak hikmah yang bisa kita petik bersama dari setiap kepatuhan terhadap perintah dan larangan yang Allah Subhanahu wata’ala berikan. Di antara contoh kepatuhan pada Allah adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan dan menjauhi perilaku hidup kotor dan tidak sehat. Begitu pentingnya perilaku ini, Allah sangat cinta kepada hamba-Nya yang suci dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 222:

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
(Q.S Al-Baqarah:222)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan dalam sabdanya:

Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih” (HR al-Baihaqi).

Selain itu dalam Islam apabila ingin menyelenggarakan sholat, maka ia diharuskan berwudhu, hal itulah yang membuat umat muslim senantiasa terjaga kebersihannya, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Tidak sah shalat bagi orang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak sempurna wudhunya bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya.”(HR. Ahmad)

Oleh sebab itu umat muslim, diharapkan senantiasa menjaga wudhu nya, agar selalu terjaga kebersihan diri.

Terkait hal tersebut dalam bidang ilmu kesehatan sangat banyak manfaat dari menjaga kebersihan. Selalu menjaga kebersihan diri sangatlah penting, agar kita tetap terus terjaga dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

2. Tidak makan makanan yang haram

Huanan Seafood Market diketahui menjual berbagai makanan ekstrem dan unik. Mulai dari anak serigala, buaya, burung merak, daging unta, kelelawar, musang, rubah, salamander raksasa, tikus hingga ular. Berbagai jenis binatang tersebut masih erat kaitannya dengan pandemi sebelumnya, yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dan diduga virus corona ini disebarkan oleh sup kelelawar yang menjadi makanan populer di Wuhan.

Mengonsumsi makanan yang langka dan tak biasa sudah dianggap sebagai identitas tersendiri bagi kalangan masyarakat Cina. Dikutip dari Mothership, masyarakat Cina juga percaya hewan liar merupakan makanan yang lebih bergizi dibandingkan hewan ternak. Filosofi di balik hewan liar itu juga jadi alasan masyarakat Cina kerap memakan hewan liar.

Dengan gambaran pola hidup sebagian masyarakat China yang extream kita dapat mengambil pelajaran. Terlebih kita seorang muslim yang hidup di negeri berpenduduk muslim terbesar. Islam mengatur pola hidup dengan menyeluruh, termasuk soal makanan. Di dalam Islam kriteria makanan harus mencakup halal dan thayyib.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.” (Q.S Al-Maidah ayat 88)

Semua makanan itu halal, kecuali yang telah diharamkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala,

“Dialah yang telah menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi ini untuk kamu.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 29).

Selain itu dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 5, Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al-Maidah [5] : 3).

Demikianlah Allah Subhanahu wata’ala telah mengatur seluruh aspek kehidupan secara komprehensif, termasuk dalam hal makanan. Semua itu tidak lain sebagai upaya menjaga dan melindungi eksistensi manusia. Dan tentunya mendatangkan kebaikan bagi manusia.

3. Menjaga Kesehatan

Islam merupakan agama yang memberikan perhatian utama terhadap kesehatan manusia. Setiap Muslim wajib secara agama menjaga kesehatannya dan menyeimbangkannya dengan kebutuhan rohaninya.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, badanmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Muslim)

Selain itu pentingnya menjaga kesehatan diri bagi seorang muslim, agar lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wata’ala,
Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan”

Hal itulah yang membuat setiap muslim diharuskan untuk menjaga kesehatan baik dari makanan ataupun olahraga ringan.

4. Menghindari berjabat tangan

Salah satu upaya yang disampaikan kepada masyarakat dunia terkait virus Corona, yakni menghindari berjabat tangan. Hal tersebut bertujuan agar mengurangi resiko untuk tertular dari seseorang yang menderita virus covid-19.

Sebagaimana hal tersebut, umat muslim telah dilarang oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk berjabat tangan dengan seseorang yang bukan mukhrim, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211)

Selanjutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur: 30)

Sebagaimana hal tersebut, terdapat hikmah yang sangat besar dari perintah Allah Subhanahu wata’ala agar terhindar dari berbagai macam bahaya, salah satunya menghindari berjabat tangan.

5. Mendekatkan diri dengan Allah Subhanahu wata’ala dan memperbanyak do’a

Kematian merupakan sebuah ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah Subhanahu wata’ala kepada siapapun mahluk yang berjiwa. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur’an dan tertera di banyak ayat.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8)

Selanjutnya dalam surah An-Nisa ayat 8 :
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78)

Mengingat firman Allah Subhanahu wata’ala terkait kematian, maka bagi setiap muslim harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak do’a. Do’a merupakan salah satu cara umat muslim mendekatkan diri dengan Allah. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa”  [HSR. Muslim, no. 482]

Selain itu, Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku maha dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku” (Al-Baqarah/2:186)

Do’a merupakan senjata umat muslim dalam menghadapi persoalan hidup termasuk wabah virus covid-18 dan sangat banyak keutamaan dalam memperbanyak do’a. [Suci Kusuma]