PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Thirta Darma, pada Kamis (26/03/2020).

“Sidak ini langsung diterima oleh Direktur PDAM dan kepala bagian (Kabag) Ekonomi guna mengajak diskusi prihal kebijakan menggratiskan PDAM terhadap pelanggan yg dilakukan oleh Walikota dan PDAM,” jelas Waka Dediyanto di dampingi Herimanto dan Bahyudin Basyrah pada Kamis (26/03/2020).

Dediyanto menambahkan, penggratisan PDAM ditujukan pada pelanggan tipe-2 yang memiliki kriteria rumah sangat sederhana atau masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dimana dari item ini PDAM bisa mendapat 100-200 juta/bulan penggratisan dilakukan selama satu tahun,” ungkapnya.

Diskusi ini lanjutnya, upaya ini diambil oleh Pemkot dalam menghadapi Covid-19 karena pendapatan masyarakat menjadi berkurang.

“Kami sangat mendukung upaya baik ini karena dampak dari pandemik Covid-19 mengurangi pendapatan masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” katanya.

Dari penelusuran kita kata Dediyanto, ragam profesi ada pada kriteria ini yaitu nelayan tradisional, pedagang kaki lima, petani, ojek, buruh yang memang terdampak dari pembatasan social distancing.

“Kebijakan ini sangat rasional dan terukur sehingga kita apresiasi dan kami akan bergerak ke rumah MBR dalam beberapa waktu ke depan untuk melihat efektifitasnya,” paparnya.

Komisi III berharap apa yg dilakukan Walikota menjadi asbab hidayah bagi banyak pihak untuk mewujudkan kerja nyata untuk membantu pencegahan wabah dan melindungi masyarakat selama masa pandemik.[Soprian]