Ilustrasi

Total Pasien Positif Corona 579 Orang

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan himbauan untuk melakukan sosial distancing sampai batas waktu tertentu. Himbauan tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, meminta warga untuk lebih memusatkan kegiatan di rumah. Sebuah langkah untuk menanggapi pandemi Virus Corona (Covid-19).

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong-menolong dan bersatu-padu, gotong royong,” kata Presiden Jokowi (15/03/2020).

Mengingat, pasien positif Corona di Indonesia semakin bertambah. Sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, sampai 23 Maret 2020 terdapat 579 pasien yang dinyatakan positif terpapar corona atau covid-19.

Korban yang meninggal pun meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.

“Jumlah kasus bertambah 65 dari data kemarin. Sehingga total kasus hari ini menjadi 579 orang,” ucap juru bicara pemerintah Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Senin (23/3).

Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pun mengatakan upaya yang bisa dilakukan saat menghadapi penyebaran penyakit menular, seperti COVID-19 adalah menghindari keramaian.

“Kita harus waspada dan kita harus disiplin dalam mengatur interaksi. Pencegahan penularan COVID-19 tidak bisa dilakukan hanya pemerintah,” kata Anies (17/3/2020).

Ia juga telah meminta warga Jakarta untuk melakukan social distancing, atau menjaga jarak, mengurangi perjumpaan atau kontak fisik.

Tidak hanya di Indonesia, imbauan social distancing juga dikeluarkan di sejumlah negara, seperti Australia, Selandia Baru. Demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (17/3/2020).

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, diikuti oleh pemimpin sejumlah negara bagian telah menerapkannya, termasuk melarang acara dan kumpul-kumpul yang melibatkan 500 orang.

Upaya social distancing perlu dipahami sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan COVID-19, selain untuk mengurangi beban layanan kesehatan masyarakat.

Definisi dari social distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dianggap mampu mengurangi kontak tatap muka langsung.

Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Saat menerapkan social distancing, lembaga otoritas kesehatan di negara bagian New South Wales (NSW Health), Australia, mengatakan pergi ke kantor atau menggunakan transportasi umum masih diperbolehkan.

Namun, kita harus menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain, meski pakar kesehatan mengatakan hal ini tidak bisa diterapkan di segala situasi.

Mereka yang memilih metode ini sebagai tindakan pencegahan juga perlu menghindari acara-acara sosial, seperti kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman, termasuk ke pesta pernikahan.

Kontak fisik secara langsung, seperti berjabat tangan, berpelukan, serta berciuman juga harus tidak dilakukan, karena virus Corona menyebar lewat ‘droplet’, atau tetesan air liur.

Metode social distancing sudah diterapkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tempat virus Corona berasal.

Karenanya, Masyarakat Indonesia harus berkerjasama dengan pemerintah dan tenaga medis, demi mencegah penularan virus covid-19. Hal dasar yang harus dilakukan yaitu sosial distancing atau mengurangi aktivitas diluar rumah. [Suci Kusuma]