PedomanBengkulu.com, Kaur – Terkait telah dikeluarkannya indeks kerawanan dalam pelaksanaan Pemilukada tahun 2020, Bawaslu Kaur melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Panwascam terutama dengan Divisi Penindakan Pelanggaran.

Ketua Bawaslu melalui salah satu Komisioner Bawaslu Kepala Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Natijo mengatakan kegiatan dilakukan sebagai upaya menyikapi potensi kerawanan yang mungkin terjadi.

“Persoalan netralitas ASN/TNI Polri, profesionalitas penyelenggara serta money politik masih jadi potensi pelanggaran yang akan menjadi sorotan utama kami, karena saat ini ketiga isu pelanggaran inilah yang sering menjadi permasalahan pada pelaksanaan Pemilu,” kata Natijo saat ditemui di ruang kerjanya pada Sabtu (14/3/2020).

Dengan telah dikeluarkannya indeks kerawanan,  Bawaslu akan memetakan potensi kerawanan yang ada di Kabupaten Kaur dan setelah dipetakannya potensi kerawanan menurutnya pihak Bawaslu dan Panwascam dapat melakukan pencegahan sehingga pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kaur dapat berjalan dengan baik.

“Selain Panwascam dari Divisi Penindakan Pelanggaran, kegiatan kami hari ini juga melibatkan pihak Polres Kaur dan kami berterima kasih kepada Kasatreskrim Iptu Ahmad Khairuman yang langsung hadir pada kegiatan tersebut dengan harapan koordinasi dengan kepolisian dapat terjalin dengan baik,” Natijo menambahkan.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Kaur Iptu Ahmad Khairuman menegaskan Panwascam harus memiliki integritas dan profesional dalam menghadapi Pilkada serentak 2020.

“Selaku mitra dalam pengawasan saya berharap Bawaslu dalam pengawasan Pilkada harus cermat dan tegas dalam menanggapi apabila terdapat kecurangan Pilkada 2020. Selalu koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan Pilkada 2020 baik dengan Kepolisian KPUD Kaur serta masyarakat serta mencermati IPK dalam Pelaksanaan Pilkada Kaur tahun 2020,” ujar Ahmad Khairuman.[Adv/Sirat]