Virus Corona. ALFRED PASIEKA/SCIENCE PHOTO LIBRARY.

Pasien positif virus Corona bertambah 35 orang yang diumumkan juru bicara khusus penanganan virus Corona Achmad Yurianto pada Jum’at (13/3/2020). Dengan demikian, total ada 69 kasus virus corona yang ada di Indonesia.

Melansir berbagai sumber, Yurianto menyatakan “Data yang saya berikan adalah hasil tracing yang dilaksanakan sejak dua hari lalu (pada 11 Maret 2020), sejak kami rilis 34 (kasus), sampai tadi siang,” ujar Achmad Yurianto.

Dari 69 kasus positif Covid-19, saat ini empat orang sudah meninggal dunia. Pasien dengan nomor 25 yang dinyatakan meninggal dunia pada 11 Maret 2020, pasien nomor 35, pasien nomor 36, dan pasien nomor 50. Pasien meninggal dunia merupakan pasien yang telah memiliki riwayat penyakit, dan kemudian diperburuk oleh virus Covid-19.

Yuri menyebut pasien yang masih tergolong bayi adalah pasien kasus nomor 49 dan nomor 54. Pasien kasus nomor 49 adalah laki-laki usia 3 tahun yang sedang sakit ringan-sedang. Pasien kasus nomor 54 juga masih tergolong bayi, berusia 2 tahun. Kondisinya sakit sedang.

“Laki-laki 3 tahun, kondisi sakit ringan-sedang, dan 2 tahun sakit sedang” kata Yuri.

Berikut ini data pasien positif virus corona terbaru dari pemerintah:

Kasus Nomor 37. Laki-laki 43 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.
Kasus Nomor 38. Perempuan 80 tahun. Kondisi sakit sedang berat. Stabil tidak menggunakan ventilator.
Kasus Nomor 39. Laki-laki 54 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.
Kasus Nomor 40. Perempuan 46 tahun. Kondisi nampak sakit ringan sedang.
Kasus Nomor 41. Laki-laki 40 tahun. Sakit ringan sedang.
Kasus nomor 41 : Pria, 40 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 42 : Pria, 66 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 43 : Pria, 34 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 44 : Pria, 57 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 45 : Wanita, 29 tahun, kondisi sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 46 : Pria, 30 tahun, kondisi sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 47 : Pria, 61 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 48 : Pria, 35 tahun, kondisi, ringan, sedang
Kasus nomor 49 : Pria, 3 tahun, kondisi sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 50 : Pria, 59 tahun, mengalami perburukan cepat dari kemarin. Kemudian meninggal positif corona virus 19.
“contact tracing sedang dilakukan dinas kesehatan setempat,” kata Yurianto.
Kasus nomor 51 : Pria, 60 tahun, nampak sakit, sedang.
Kasus nomor 52 : Wanita, 59 tahun, nampak sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 53 : Wanita, 24 tahun, nampak sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 54 : Pria, 2 tahun, nampak sakit, sedang.
Kasus nomor 55 : Wanita, 26 tahun, nampak sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 56 : Pria, 58 tahun, nampak sakit, ringan, sedang.
Kasus nomor 57 : Wanita, 27 tahun, nampak sakit, ringan, sedang
Kasus nomor 58 : Pria, 51 tahun, nampak sakit, ringan sedang
Kasus nomor 59 : Pria, 63 tahun, nampak skait ringan sedang
Kasus nomor 60 : Wanita, 25 tahun, nampak sakit, ringan sedang.
Kasus nomor 61 : Wanita, 58 tahun, nampak sakit, sedang
Kasus nomor 62 : Pria, 51 tahun, nampak skait, ringan, sedang
Kasus nomor 63 : Pria, 34 tahun nampak sakit, ringan, sedang
Kasus nomor 64 : Wanita, 49 tahun, nampak sakit, ringan, sedang
Kasus nomor 65 : Pria, 48 tahun, nampak sakit, ringan, sedang
Kasus nomor 66 : Pria, 73 tahun, nampak sakit ringan, sedang
Kasus nomor 67 : Wanita, 25 tahun, nampak sakit ringan sedang
Kasus nomor 68 : Wanita, 38 tahun, nampak sakit, ringan sedang
Kasus nomor 69 : Wanita, 80 tahun, nampak sakit sedang

Terkait dengan wabah virus covid-19, beberapa Perguruan Tinggi telah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan proses perkuliahan jarak jauh/online. Seperti Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Universitas Indonesia mengeluarkan surat edaran Nomor: SE-703/UN2.R/OTL.09/2020 yang ditandatangani oleh Rektor UI Ari Kuncoro, pada Jumat (13/3/2020), mahasiswa dan tenaga kependidikan diminta mengganti kuliah sesi tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku mulai 18 Maret 2020 hingga berakhirnya semester genap Tahun Ajaran 2019/2020.

Selanjutnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pihak rektor sudah memutuskan bahwa upaya pencegahan dilakukan dengan melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online. Hal tersebut sudah diumumkan Rektor UNY Sutrisna Wibawa melalui akun Instagramnya, Jumat (13/3/2020) malam.

“Hasil rapat online di WAG Pimpinan UNY, mulai besok [Sabtu, 14/3/2020] KBM di UNY dilaksanakan secara online sampai 30 April 2020, Surat Edaran sedang disusun (waktu akan dipertimbangkan setelah melihat perkembangan). Ketentuan lainnya tentang KBM akan dijelaskan lebih lengkap di SE. Prihal #KonserPakeIPK ada kemungkinan dipending, Insha Allah jika ada perkembangan nanti diberitahukan. Mohon jaga imunitas dan kesehatan!,” tulisnya.

Melihat semakin bertambahnya pasien positif virus covid-19, pemerintah sampai saat ini sudah melakukan upaya-upaya pencegahan. Selain itu Masyarakat diharapkan untuk waspada terhadap gejala-gejala virus covid-19, serta tetap menjaga kesehatan dan kebersihan. [Suci Kusuma]