PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sejak dibukanya Posko Covid-19 di wilayah perbatasan Rejang Lebong dengan Kota Lubuk Linggau, pada tanggal (24/3) tertacata hingga tanggal (29/3) pendatang yang masuk ke Wilayah Rejang Lebong sebanyak 802 orang dari berbagai wilayah baik dipulau sumatra maupaun dari Pulau jawa. Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir, dari keseluruhan pendatang tersebut sebanyak 6 orang diantaranya ditetapkan Sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

” 6 Orang yang kita tetapkan sebagai ODP ini mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas dan mereka ini datang dari wilayah yang telah terjangkit Virus Corona Covid 19. Untuk sementa ke 6 orang ini masih megikuti Isolasi mandiri di rumahnya dan kita dari dinas tetap melakukan pemantauan,” kata Syamsir, Senin (30/3/2020).

Ditambahkan Syamsir, untuk 802 warga yang yang masuk ke Rejang Lebong, tetap dipantau oleh pemerintah desa maupun puskesmas terdekat.

“Data pendatang ini sudah ada pada kita baik alamat maupun nomor telpon, jadi mereka ini setiap hari kita pantau melalu telpon, sehingga ketiak ada gejala demam bantu dan sesak nafa maka langsung bisa kita tangani. Selain itu kita juga meminta agar mereka ini tetap melakukan Isolasi selama 14 hari meski tidak memiliki gejala,” ujar Syamsir.

Syamsir juga menyampaikan bahwa sekarang ini peranserta dari pemerintah desa sudah cukup baik dengan tetap melakukan pemantaun terhadap pendatang diwilayahnya masing-masing.

” Kita lihat masyarakat sudah mulai sadar, sehingga ketiak ada pendatang yang tidak melakukan Isolasi setelah datang dari wilayah terjangkit maka mereka melapor kepada perangkat desa. Ini artinya warga sudah faham kondisi yang terjadi saat ini. Kita juga dari dinas kesehatan akan segera merespon kalau ada keluhun dari warga terkait Covid 19 Ini. Meski saat ini Rejang Lebong belum ada yang Positif terkenda Covid 19 tapi kita wajib tetap waspada dengan mengikuti aturan yang sudah dibuat pemerintah,” pungkas Syamsir.[Julkifli Sembiring]