Ilustrasi

Negeri Saba’ merupakan sebuah peradaban yang makmur dan sejahtera. Saba’ adalah suatu kabilah yang terkenal di negeri Yaman. Nama lengkap Saba’ adalah Saba’ bin Yasyjub bin Ya’rub bin Qahthân.

Selain makmur, maju dan sejahtera sangat banyak pelajaran dari negeri tersebut. Kisah kaum Saba’ terabadikan dalam Alquran surat Saba’ ayat 15-22.

Kerajaan ini berpusat di Ma’rib, suatu daerah di Yaman yang berjarak 170 km dari Shan’â’, Ibu kota Yaman saat ini. Mengalami kehancuran pada tahun 550 M. Kerajaan Saba’ juga terkenal dengan kekuatan bala-tentaranya, sehingga dapat mengalahkan banyak kerajaan lain di sekitarnya.

Pada tahun 24 SM tentara kerajaan Saba’ berhasil menaklukkan tentara Markus Ilyus Galus dari kerajaan Romawi, yang pada saat itu dunia mengenalnya dengan kekuatan bala-tentara yang tidak ada tandingannya.

Selain kekuatan bala-tentaranya, kerajaan ini terkenal dengan hasil alamnya sehingga banyak orang yang berhijrah dan berdagang ke sana. Dengan demikian, kerajaan ini bisa menjadi kerajaan yang sangat kaya dan makmur pada saat itu.

Dua kebun itu sangat luas dan terletak di hamparan lembah antara dua gunung di Ma’rib. Tanahnya sangat subur dan menghasilkan berbagai macam tanaman dan buah-buahan. Lembah itu menjadi sangat subur karena adanya bendungan yang bisa menampung air yang sangat banyak.

Allah memerintahkan mereka untuk menikmati nikmat yang Allah berikan itu dan bersyukur kepada-Nya. Namun kaum Saba’ mengingkari dan berpaling. Allah Subhanu wa ta’ala pun murka dan menghancurkan bendungan yang telah mereka buat. Hal itu di jelaskan di dalam Al-Qur’an Saba’ 34:16.

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir Al-‘Arim,” [Saba’/34:16]

Kehancuran bendungan Ma’rib terjadi sekitar tahun 542 M. Kehancuran bendungan itu mengakibatkan banyak kerusakan pada kaum Saba’ dan kehancuran kerajaan mereka.

Bersyukur dengan nikmat yang di berikan Allah serta tidak mengingkari-Nya merupakan salah satu bentuk ketaatan kita yang akan mendatangkan kemakmuran bagi siapapun. [Suci]