PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kurang lebih sekitar 10 orang Mahasiswi Kota Bengkulu mendatangi Mapolres Bengkulu, Selasa malam (17/3/2020). Kedatangan mereka ke Mapolres Bengkulu untuk melaporkan dugaan penipuan bermodus arisan online via instagram.

Dian, pelapor, saat di jumpai di Mapolres Bengkulu awalnya pelapor sudah pernah mengikuti arisan online tersebut dan ketika itu pembayarannya lancar. Kemudian pelapor ikut kembali dengan membayar sebesar 6,5 juta rupiah, dari 6,5 juta tersebut nantinya pelapor mendapat 9 juta rupiah. Namun hingga kini apa yang dijanjikan oleh terlapor diduga tidak dipenuhi bahkan uang 6,5 juta rupiah yang telah disetorkan pelapor juga tak kunjung dikembalikan oleh terlapor. Selain, pelapor ada sekitar 57 orang yang juga ikut dalam arisan online via instagram tersebut.

“Ada juga yang 14 juta rupiah namun saat ini yang bersangkutan masih di luar Kota jadi belum membuat laporan, jadi kita yang dibawah itu berinisiatif membuat laporan, ada juga yang 11 juta dalam arisan itu,” kata Dian.

Dian mengungkapkan, dalam arisan tersebut sebelumnya sudah ada surat perjanjian namun dalam hal ini terlapor diduga mangkir. Dan karena menurut pelapor tidak ada itikad baik dari terlapor untuk membayar uang yang sudah disetorkan itu maka pihaknya melapor ke Mapolres Bengkulu agar ditindaklanjuti.

“Kita sudah menunggu itikad baik dari dia (terlpor) tetapi tidak ada, sebenernya kalau ada itikad baik seperti memberikan tempo waktu dan orangtua pelapor membuat surat pernyataan mungkin masih ada nurani kita sebagai manusia, tetapi karena dia (terlapor) terkesan tidak ada niat, jadi kita juga sakit nunggu tanpa dapat apa-apa. Dia (terlapor) tidak tau kalau kita laporkan tetapi dia (terlapor) pernah bilang
kalau mau lapor, lapor saja,” ungkap Dian.

Dian mengaku, korban dalam arisan tersebut mayoritas mahasiswa tetapi juga pelajar, dan Ibu Rumah Tangga (IRT). Pelapor menyampaikan ia dijanjikan oleh terlapor terakhir pada akhir bulan januari 2020. Pelapor mulai ikut arisan tersebut pada Desember tahun kemarin dan lancar namun yang arisan selanjutnya tidak dibayar.

“Desember ikut, yang dua kali sudah selesai, tapi yang priode Januari ini tidak ada sama sekali, merasa ditipu,” terang Dian. [Anto]