Ilustrasi

Dunia saat ini tengah tertuju kepada masalah kesehatan yang diakibatkan oleh virus Covid-19. Virus tersebut menyebar dalam waktu yang sangat cepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global.

Virus corona ini masih satu keluarga besar dengan virus penyebab MERS dan SARS.

Meskipun belum ditemukan vaksin guna mengurangi jumlah angka infeksi virus covid-19, namun Pemerintah dunia salah satunya Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya pencegahan.

Saat ini, data yang tercatat hingga Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia 790 orang, tambah 105 dari hari sebelumnya. Dari total kasus itu, yang sudah sembuh 31 orang, dan pasien meninggal dunia 58 orang.

Seseorang yang terinfeksi penyakit ini pun memunculkan gejala tertentu, meskipun terdapat kasus yang tidak timbul gejala klinis terlebih dahulu.

Melansir beberapa situs resmi, demam menjadi gejala paling umum di antara pasien yang terpapar virus.

Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, mengidentifikasi pola khas gejala terkait virus corona Covid-19.

Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:

1. Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi atau demam. Gejala tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius. Sementara suhu tubuh normal berkisar 36,1 hingga 37,2 derajat.

2. Sedangkan lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering. Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari dan terus menerus. Batuk kering lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 dibandingkan batuk berdahak.

3. Kurang lebih sepertiga pasien mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

4. Gejala pertama mungkin tidak muncul tepat setelah seseorang terinfeksi.

Lebih lanjut, pasien mungkin terinfeksi virus tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Saat gejalanya muncul, dapat mirip dengan pneumonia.

Covid-19 dapat memburuk dari waktu ke waktu, yang membedakannya dengan pneunomia.

1. Hari pertama

Hari pertama saat terinfeksi, pasien demam. Selain itu, pasien kemungkinan juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.

2. Hari kelima

Pasien kemungkinan mengalami kesulitan bernapas, terutama jika di usia lebih tua atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.

3. Hari ketujuh

Menurut sebuah penelitian di Universitas Wuhan, hari ketujuh menjadi waktu rata-rata gejala memburuk, sebelum pasien dirawat di rumah sakit.

4. Hari kedelapan

Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen, menurut CDC China) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Ini merupakan penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru.

ARDS ini sering kali berakibat fatal.

5. Hari kesepuluh

Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, hari kesepuluh menjadi waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU.

Pasien-pasien mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

Hanya sebagian kecil yang mati.

Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.

6. Hari ketujuh belas

Rata-rata, orang yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu dirawat.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kita dihimbau agar lebih berwaspada dengan meningkatkan sistem imun, serta tetap mematuhi arahan Pemerintah untuk sosial distancing. [Suci Kusuma]