Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Sebanyak 40 orang Pekerja Migran Indonesia asal Rejang Lebong dalam 2 bulan terakhir pulang ke kampung halaman. Sebagian besar pekerja tersebut kembali karena habis kontrak dan sebagian karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Untuk pekerja lokal hingga saat ini masih aman atau belum ada pemutusan hubungan kerja. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rejang Lebong Syafawi, Kamis lalu (9/10/2020).

“Untuk pekerja migran yang kembali ke Rejang Lebong ini paling banyak dari Malaysia, Taiwan dan Jepang. Sebagian besar mereka ini kembali karena kontrak kerja sudah habis dan sebagian kecil karena di PHK,” kata Syafewi.

Syafewi juga menyampaikan, untuk perusahan yang ada di Rejang Lebong, hingga saat ini belum ada yang melakukan PHK terhadap pekerjanya.

“Di Rejang Lebong ini ada 349 perusahan dan UKMK, total pekerja mencapai 4.112 orang. Sampai sekarang belum ada yang di PHK dan harapan kita tidak ada perusahan yang melakukan PHK,” lanjut Syafewi.

Meski belum ada perusahan yang melakukan PHK, namun Syafewi menyampaikan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah melakukan pendataan untuk mengantisipasi dampak dari terjadinya pandemi Covid-19.

“Kita melakukan pendataan seluruh pekerja sebagai antisipasi dari pandemi Covid-19, jika nantinya ada perusahan yang terpaksa di PHK oleh perusahaan maka pemerintah daerah telah memiliki data dan bisa melakukan penanggulangan dini. Apakah nanti ada bantuan pangan atau yang lainya masih kita kaji. Harapan kita, pandemi Covid-19 ini tidak terlalu berdampak,” pungkas Syafewi. [Julkifli Sembiring]