PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Aliansi Jurnalis Muda Bengkulu, Senin (13/4) menyalurkan bantuan paket sembako dan alat kesehatan bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah yang terdampak virus korona jenis baru yang menyebabkan Covid-19 di Kota Bengkulu.

Selain itu, paket sembako dan alat kesehatan ini juga disalurkan untuk enam (6) orang jurnalis dari berbagai media yang melakukan kegiatan peliputan di Kota Bengkulu yang berstatus Orang Dalam Pemantauan atau ODP Covid-19.

Setiap satu paket sembako dan alat kesehatan ini berisi beras, mie instan, susu kental manis, ikan kaleng, sabun mandi, minyak goreng, hand sanitizer dan masker.

Paket sembako dan alat kesehatan ini diperoleh dari hasil penggalangan dana melalui posko donasi yang dibuka AJMB sejak 31 Maret lalu atau setelah Bengkulu ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Hingga kini total donasi yang berhasil dihimpun sebesar Rp8,2 juta.

Saat ini AJMB telah membuka posko donasi bantuan Covid-19 di Balai Wartawan komplek Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Padang Harapan. Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan bisa langsung mengantarkannya ke posko tersebut.

Posko donasi ini akan terus dibuka selama masa pandemi Covid-19. Selain melalui posko donasi, bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan bisa menghubungi call center berikut :
1. +62 852-6679-0828 (Ketua AJI Bengkulu Harry)
2. +62 812-7921-6384 (Jurnalis kompas.com Firmansyah)
3. +62 811-7362-276 (Juru Bicara AJMB Doni Aftarizal)

AJMB menilai masyarakat ekonomi menengah kebawah merupakan kelompok masyarakat yang sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Khususnya dampak ekonomi akibat kebijakan pemerintah melakukan pembatasan sosial dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Kebijakan ini akhirnya membuat perlambatan ekonomi. Misalnya, pasar baik modern maupun tradisional mulai sepi, banyak pekerja yang mulai di rumahkan dan bahkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ada pekerja yang di PHK.

Karena itulah AJMB memilih memprioritaskan penyaluran bantuan ini kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah. Setidaknya bantuan ini bisa meringankan beban mereka dalam menghadapi masa-masa sulit selama pandemi Covid-19.

Selain kelompok masyarakat ekonomi menengah kebawah, donasi yang dikumpulkan ini akan dibelikan alat pelindung diri atau ADP yang nantinya akan disalurkan bagi para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Sekali lagi, AJMB menilai ADP yang ada saat ini belum cukup untuk memberikan perlindungan bagi tenaga medis yang berjibaku menangani kasus Covid-19. Sementara mereka tenaga medis ini merupakan benteng pertahanan dalam menghadapi Covid-19.

Jika tenaga medis ini tidak mendapat kepastian proteksi diri, alamat angka penularan Covid-19 akan terus bertambah.

AJMB mengakui pemerintah baik daerah maupun pusat telah bekerja memastikan agar para tenaga medis ini mendapat perlindungan saat bekerja. Namun itu saja tidak cukup. Perlu banyak pihak yang terlibat dalam membantu para tenaga medis ini agar mereka nyaman dan aman dalam bekerja menangani kasus Covid-19.

Peran serta masyarakat yang tergerak secara mandiri untuk menyumbangkan ADP tentu sangat membantu beban berat dalam melewati masa-masa sulit Covid-19.

Terakhir, AJMB mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan jurnalis yang telah memberikan bantuannya melalui posko donasi AJMB.

Doni Aftarizal, S.Hut Juru Bicara AJMB