PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Efendi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan bantuan sosial paket sembako untuk kalangan warga yang terdampak penyebaran virus Corona atau Covid-19. Bantuan Paket sembako yang diusulkan sebanyak 2300 paket yakni 1500 paket untuk warga yang terdampak dan sebanyak 800 paket untuk Warga yang terdata masuk Rejang Lebong dari daerah Luar yang harus menjalani isolasi.

“Dampak Covid 19 ini bisa menimbulkan bencana sosial, untuk mengantisifasi agar ini tidak terjadi kita nilai perlu adanya bantuan berupa sembako. Usulan pemberian bantuan sembako ini sudah kita sampaikan kepada Bupati,” kata Zulfan

Disampaikan Zulfan paket bantuan sembako yang diusulkan ini terutama untuk kalangan warga yang terdampak COVID-19 dan tidak menerima program bantuan dari Kementerian Sosial. Dampak penyebaran virus corona yang saat dinilai bisa menjadi bencana sosial karena mereka yang berprofesi sebagai pedagang kecil, tukang ojek, buruh akan serba sulit serta tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya lagi.

“Paket Bantuan Sembako yang kita usulkan ini berisikan beras, telur, mie instan, roti, gula. Bantuan paket sembako yang saat ini sudah naik ke meja Sekda tersebut nantinya akan didistribusikan untuk warga miskin yang terdampak COVID-19 tersebar dalam 156 desa dan kelurahan di 15 kecamatan, di mana data penerimanya diserahkan kepada masing-masing kepala desa dan lurah guna menyampaikannya,” ungkapnya.

“Selain mengusulkan bantuan untuk warga terdampak COVID-19, kita juga mengusulkan bantuan paket sembako bagi warga yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam perawatan (PDP) sehingga harus menjalani karantina selama 14 hari, namun untuk jumlah penerimanya masih akan di verifikasi oleh petugas lapangan terlebih dahulu mana yang layak dibantu dan tidaknya,” Kata Zulfan.

Sementara itu lanjut Zulfan untuk kalangan warga tidak mampu di Kabupaten Rejang Lebong yang selama ini sudah menerima bantuan paket sembako senilai Rp200.000 per bulan, maupun dana bantuan dalam program keluarga harapan (PKH) proses pencairannya tidak mengalami kendala dan dicairkan setiap tanggal 10 bulan berjalan. [Julkifli Sembiring]