PedomanBengku.com, Bengkulu – Bersamaan dengan konferensi pers yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengenai positifnya Orang Dalam Pengawasan (ODP) salah satu karyawan Bank Bengkulu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga mengirimkan penjelasan kepada rombongan awak media melalui pemaparan kronologis kasus serta pesan suara yang dikirim kepada para jurnalis perihal positif Corona Virus (Covid-19), Kamis (02/04/2020).

Gubernur memastikan Bank Bengkulu tidak akan dipolice line atau diisolasi meskipun HN sudah dinyatakan positif. Hal ini jelasnya, Pemprov dari awal sudah mengambil langkah sebagai antisipasi penularan dengan isolasi secara mandiri terhadap HN dan yang bersangkutan tidak melakukan kontak secara masif dengan karyawan lain sejak dua minggu lalu. [Soprian]

Adapun poin-poin penjelasan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Bank Bengkulu (BB):

1. Gubernur Konferensi Pers bersama FKPD sesuai aturan jika ada kasus positif pertama kali tujuannya karena untuk mengumumkan status Daerah berubah dari siaga menjadi Darurat Bencana.

2. Masjid At-taqwa di police line itu kesepakatan bersama pihak kepolisian karena Almarhum (Alm) tinggal bersama dengan jamaah lebih kurang dua minggu tanpa sekat/membaur di lingkungan masjid, sehingga satu kawasan ini harus dilokalisir untuk mengamankan jamaah masjid dan masyarakat sekitarnya. Beda dengan lokasi Rumah Sakit (RS) Kota dst.

3. Untuk kasus Bank Bengkulu, Kepala Daerah tidak Konferensi Pers lagi karena status daerah tidak ada perubahan.

4. Bank Bengkulu (BB) tidak di police line karena sudah HN yang positif Covid-19, sejak awal sudah tidak masuk kerja/isolasi mandiri sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP), sehingga tidak kontak secara masif dengan lingkungan kantor.

5. Penangan Covid-19 kita lakukan fokus untuk keselamatan kita bersama tidak ada tujuan lain dan sangat tidak layak bermain-main dalam penangan wabah seperti ini.

6. Setiap data yang kita keluarkan atas dasar rujukan yang jelas dan bertujuan untuk menyelamatkan banyak pihak yang bersentuhan dengan wabah ini.