PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali memperpanjang masa belajar siswa dirumah lantaran bencana wabah Covid-19 masih berlangsung, hal ini tertuang dalam surat instruksi Walikota Bengkulu Helmi Hasan Nomor:800/628/I.D.DIK/2020.

Surat instruksi ini tentang penambahan perpanjangan masa belajar di rumah bagi peserta didik PAUD, TK, RA, SD, MI, SMP, MTS, SMA, SMK, MA dan lembaga pendidikan non formal serta perguruan tinggi di Kota Bengkulu.

“Melihat kondisi darurat Covid-19 Indonesia khusus nya Kota Bengkulu ini masih darurat dan belum ada tanda-tanda penurunan maka libur sekolah diperpanjang sampai tanggal 29 Mei,” terang Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Ditambahkan oleh Dedy, Pemkot Bengkulu saat ini sudah bekerjasama dengan media seperti BETV, RBTV dan TVRI untuk menyiarkan secara langsung pembelajaran bagi siswa dari rumah.

“Untuk siswa SD, nanti bisa melihat pola pembelajaran dari jam 09.00 sampai 11.00 WIB di TV. Nanti guru-guru akan ikut mengajar melalui TV lokal tersebut,” tutup Dedy.

Sebelumnya terlansir, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebutkan kasus konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes Laboraturium di Palembang yang sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

“Hasilnya kita terima tadi siang pukul 14.00 WIB,” kata Herwan Antoni saat Konferensi Pers di Kantornya, Rabu (8/4/2020).

Herwan Antoni menjelaskan, hasil tersebut merupakan sampel yang dikirimkan. Dari sampel yang dikirim itu diterima 7 dengan hasil lima orang dan dua orang konfirmasi positif Covid-19. Sedangkan notifikasi wilayah yang masuk ke Provinsi Bengkulu hari ini totalnya 15.539. Ada penambahan dari data kemarin orang yang pulang ke kabupaten atau Kota se Provinsi Bengkulu.

“Untuk persebaran ODP, PDP dan kasus konfirmasi kita menjadi 4 orang. Zona merahnya berada di Kota Bengkulu,” jelas Herwan Antoni.

Herwan Antoni menambahkan, pergerakan kasus di Provinsi Bengkulu dari waktu ke waktu, hari ke hari sampai hari Rabu kemarin total 516 kasus yang sudah dinyatakan sehat 271 kasus ODP termasuk juga PDP. [Soprian]