Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Dunia maya dihebohkan adanya video yang menyebutkan salah seorang penumpang bus yang melintas di Kabupaten Rejang Lebong positif Covid-19. Terkait informasi yang beredar ini, Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi meminta agar masyarakat tidak mudah untuk menyampaikan infomasi yang belum tentu kebenarannya.

“Saya minta kepada masyarakat agar tidak mudah menuduh seseorang positif Covid-19, jangan gampang menetapkan orang terkena virus, nati jadi fitnah. Hari ini saya mendapat informasi bahwa ada seseorang penumpang bus entah bus apa saya kurang tahu terkena virus, saya sudah perintahkan Gugus Tugas untuk melakukan pengecekan dan ternyata tidak benar. Informasi yang tidak jelas kebenaranya jangan lah disebar luaskan karena ini berdampak pada orang banyak,” kata Bupati.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir yang juga merupakan Ketua Program Satgas Covid Rl mengatakan bahwa untuk menentukan seseorang terpapar Covid-19 harus dilakukan tes Swab. Untuk uji lab ini dilakukan di Palembang atau Jakarta dan membutuhkan waktu 2-4 hari.

“Tidak benar ada penumpang bus yang melintas di RL atau tidak bisa turun di terminal Simpang Nangka karena terpapar Covid-19. Sebagai Informasi memang ada bus yang masuk ke terminal Simpang Nangka dan petugas melakukan SOP yakni penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian kendaraan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. SOP ini memang kita lakukan kepada setiap kendaraan dan penumpang, bukan karean ada yang terpapar,” kata Syamsir.

Terpisah terkait Video yang beredar tersebut, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono SIK melalui kasubag Humas Iptu Jumipan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang menyebarluaskan video tersebut.

“Video yang beredar menyebutkan ada penumpang bus yang positif Covid-19 memang ada, namun ada penumpang yang positif Covid-19 adalah hoax,” kata Jumipan.

Video yang beredar di kalangan pengguna media sosial Facebook yang diunggah akun atas nama Rheca Melani. Terlihat bus SAN berhenti di pos lantas di bundaran Simpang Nangka. Dalam video yang berdurasi 30 detik tersebut terdengar suara wanita yang menyebutkan adanya penumpang yang terpapar Covid-19.

Sedangkan video lainnya, diunggah oleh akun facebook atas nama Nessa Mas Pri yang berdurasi 1 menit 43 detik hanya menyorot mobil SAN namun tidak memiliki suara. Terlihat bus SAN sedang berhenti dan terlihat petugas berseragan putih hitam berada di dekat bus dan 1 orang petugas menggunakan APD berwarana orange membawa tabung semprot melakukan penyemprotan ke dalam bagasi dan bagian kendaraan lainnya. [Julkifli Sembiring]