Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong, Senin (13/4) menyerahkan beras bantuan kepada warga yang masuk notifikasi kepada Camat se-Kabupaten Rejang Lebong. Ia memerintahkan agar bantuan tersebut tepat sasaran.

“Beras ini merupakan bantuan dari Pemda kepada warga yang masuk notifikasi sesuai dengan data yang sudah dibuat oleh Dinas Kesehatan. Hari ini kita berikan ke Camat, nanti pihak kecamatan meneruskan kepada lurah dan kades. Saya minta bantuan ini diantar kepada warga yang sudah terdata, jangan sampai jatuh kepada orang yang di luar data. Pihak desa dan kelurahan atar door to door sesuai dengan data notifikasi yang sudah dipegang,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga notifikasi tersebut sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah daerah kepada warganya. Ditambahkan Bupati hingga Senin (13/4) tercatat warga Rejang Lebong yang masuk notifikasi mencapai 3500 orang dan diperkirakan masih ada penambahan. Beras bantuan yang disiapkan sebanyak 17-20 Ton.

“Saya tidak mau bantuan ini dipolitisir, kita membantu warga karena memang tanggungjawab pemerintah, jadi tidak ada politiknya. Di Karung beras bantuan yang kita berikan ini dipasang stiker dan isinya merupakan SOP pencegahan Covid 19. Seperti Selalu menggunakan masker, selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan pakai sabun dan meminta warga yang masuk notifikasi ini melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menyampaikan riwayat perjalanan kepada aparatur pemerintahan desa dan kelurahan setelah melakukan perjalanan. Jadi tidak ada unsur politik dalam pembagian beras ini,” ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, saat ini Gugus Tugas Covid 19 juga masih mempersiapakan bantuan kepada warga yang terdampak, bantuan yang diberikan nantinya perbulan sebanyak 10 kg/ KK.

“Kita ini ada 3 tahap pembagian bantuan beras, hari ini yang pertama yang masuk notifikasi, selanjutnya bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Penerima PKH dan penerima bantuan pangan non tunai serta yang ke 3 kepada warga yang terdampak, seperti pedagang di pinggir sekolah, pekerja harian lepas, UKM dan IKM. Kita masih mmenghitung berapa banyak kebutuhanya. Bantuan hanya bisa diambil salah satu, kalau penerima PKH tidak bisa ambil bantuan yang dari Pemda tujuanya agar bantuan merata didapaatkan semua warga,” pungkas Bupati [Julkifli Sembiring]